
Nambia mewakili tanah airnya sebagai duta besar pada festival Liberio yang diadakan setelah Perang Marley Timur Tengah. Sebagai teman masa kecil Willy Tybur, ia bertemu kembali dengannya pada malam sebelum produksi panggung bersejarahnya, lalu menyaksikan deklarasi perang dan serangan menghancurkan Attack Titan terhadap kerumunan.
Rambut hitam sebatas dagu, yang sebagian diikat di belakang kepalanya, membingkai wajah Nambia. Ia adalah perempuan paruh baya dengan kulit cokelat tua, dan untuk perayaan Liberio ia memilih gaun putih berlengan panjang yang kehalusannya mencerminkan kekayaan sekaligus kedudukan diplomatiknya.
Kehangatan mewarnai pertemuan kembali Nambia dengan Willy Tybur; keduanya saling menyapa dengan gembira dan bertukar cerita tentang kenakalan masa kecil mereka bersama, di mana ia sering membuat Willy kecil menangis. Ia juga terbuka secara emosional, tampak terharu ketika Willy menyerukan kepada bangsa-bangsa di dunia untuk bersatu melawan Pulau Paradis.
Nambia dan Willy Tybur tumbuh sebagai teman, meskipun bertahun-tahun berlalu antara masa kecil mereka dan pertemuan berikutnya. Pada malam sebelum festival Liberio, ia dan sesama duta besar Ogweno menghadiri pertemuan para pejabat dari seluruh dunia, di mana keduanya dengan gembira bertemu kembali dengan Willy dan mengenang kenakalan masa lalu.
Hari berikutnya ia menyaksikan produksi Willy, di mana ia mengungkap sejarah sejati dunia dengan mengorbankan reputasi keluarganya sendiri. Seruannya untuk persatuan melawan Pulau Paradis menggugahnya secara mendalam. Saat Willy menyatakan perang, Attack Titan meledak dari bawah panggung dan menghancurkannya, melemparkan puing ke kerumunan yang berkumpul. Nasib Nambia setelah serangan itu tidak pernah dikonfirmasi.
Nambia adalah duta besar yang mewakili tanah airnya di festival Liberio yang diadakan setelah Marley Mid-East War, dan merupakan teman masa kecil Willy Tybur.
Nambia dan Willy Tybur tumbuh bersama sebagai teman, dan bertahun-tahun kemudian ia bertemu kembali dengannya pada malam sebelum festival Liberio, dengan penuh kasih mengenang kenakalan masa kecil mereka bersama.
Nambia menyaksikan pertunjukan panggung Willy Tybur, di mana ia mengungkap sejarah dunia yang sebenarnya dan menyerukan agar bangsa-bangsa bersatu melawan Paradis Island, sebuah momen yang sangat menggerakkannya.
Ketika Willy Tybur menyatakan perang, Attack Titan muncul dari bawah panggung dan melemparkan puing-puing ke arah kerumunan; nasib Nambia setelah serangan tersebut tidak pernah dikonfirmasi.
Nambia menghadiri pertemuan pra-festival para pejabat dunia bersama sesama duta besar Ogweno, di mana kedua perempuan tersebut bertemu kembali dengan Willy Tybur.
Ingin tahu lebih banyak tentang Nambia? Wiki Attack on Titan di Fandom punya halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini adalah tulisan asli Daddy Jim Anime berdasarkan anime, manga, dan materi resmi Attack on Titan. Attack on Titan diciptakan oleh Hajime Isayama, diterbitkan oleh Kodansha, dan dianimasikan oleh MAPPA dan Wit Studio. Seluruh hak atas Attack on Titan dan karakternya dimiliki oleh pemegang hak masing-masing. Rujukan episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.