Luka (1), bab keempat puluh enam dari Golden Age Arc, mengikuti Guts dan Casca saat mereka menjadi intim di bawah sebuah pohon. Bekas luka lama dan trauma yang lebih dalam muncul ke permukaan, dan Guts terseret ke dalam kenangan akan pelecehan Donovan, tangannya mencengkeram leher yang ia kira sebagai leher dirinya yang lebih muda.
Setelah meninggalkan tebing menuju pohon beralaskan lumut di dekatnya, Guts dan Casca berbaring tanpa busana dengan Guts berada di atasnya. Ia merasakan tubuhnya gemetar, dan Casca dengan pelan bertanya-tanya apakah kebersamaan dengannya akan mengubah dirinya. Saat mengamatinya, Guts menyadari bekas luka yang ditinggalkan oleh luka tusuk yang diderita Casca ketika pasukan Midland menyerbu kelompok itu.
Merasa malu, Casca menyembunyikan dirinya, takut bekas itu akan membuatnya terlihat kurang sebagai seorang wanita di matanya. Guts menenangkannya, memperingatkan bahwa terus memikirkan yang mati dan yang hancur hanya akan mengundang kematian untuk hinggap di pundaknya, dan menariknya mendekat. Dalam pelukannya, Casca menjadi yakin bahwa apa yang ia rasakan untuknya bukanlah kebohongan, dan mereka mulai bercinta dalam keheningan.
Tenggelam dalam perbuatan itu, Guts tidak menyadari betapa kasarnya ia memperlakukannya sampai Casca memintanya untuk lebih lembut. Seketika ia berteriak, suara itu menyeretnya ke dalam kenangan masa kecilnya dan pelecehan yang ia alami di tangan Donovan. Ia menarik diri, tuli terhadap suaranya, dan mengulurkan tangan untuk mencekik apa yang ia bayangkan sebagai dirinya yang lebih muda. Tenggorokan yang dicekik tangannya sebenarnya adalah milik Casca.
"Wound (2)" adalah Episode 47 dari Golden Age Arc, bab yang secara langsung melanjutkan peristiwa Episode 46, "Wound (1)." Bab ini melanjutkan tepat di titik di mana momen intim Guts dan Casca terinterupsi.
Pada Episode 46, "Wound (1)," Casca menyembunyikan diri karena malu akan bekas luka yang ditinggalkan oleh luka tusuk yang dideritanya ketika pasukan Midland menyerbu pasukannya. Ia takut bekas tersebut akan membuat Guts memandangnya sebagai sosok yang kurang feminin.
Guts menenangkan Casca dengan memperingatkan bahwa terus meratapi yang mati dan yang hancur hanya akan mengundang kematian untuk hinggap di pundaknya. Ia kemudian menariknya mendekat, dan Casca menjadi yakin bahwa perasaannya kepadanya adalah nyata.
Kilas balik Guts di Episode 46 dipicu ketika Casca memintanya untuk bersikap lembut selama momen intim mereka. Suara itu menyeretnya kembali ke ingatan akan pelecehan yang ia alami semasa kecil di tangan Donovan.
Tenggelam dalam ingatan tersebut, Guts mengulurkan tangan untuk mencekik sosok yang ia bayangkan sebagai dirinya yang lebih muda saat dilecehkan oleh Donovan. Pada kenyataannya, tangannya justru mencengkeram leher Casca.
Ingin tahu lebih banyak tentang Luka (1)? Wiki Berserk di Fandom punya halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini adalah tulisan asli Daddy Jim Anime berdasarkan anime, manga, dan materi resmi Berserk. Berserk diciptakan oleh Kentaro Miura, diterbitkan oleh Hakusensha, dan dianimasikan oleh OLM. Seluruh hak atas Berserk dan karakternya dimiliki oleh pemegang hak masing-masing. Rujukan episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.