
Bab 142, Denji Fan Club, mempertemukan dua pengagum obsesif satu sama lain. Fumiko mengakui bahwa orang tuanya meninggal saat pertarungan Denji dengan Iblis Senjata, namun ia tetap mengagumi pemuda di balik legenda itu. Barem kemudian muncul dan memperingatkan akan ada serangan yang akan datang, membawa taman tersebut menuju pembantaian.
Di sebuah taman hiburan, Nayuta menikmati berbagai wahana sementara Denji dan Fumiko mengawasi dari samping. Nayuta menyinggung pilihannya untuk menolak Gereja Chainsaw Man, dan Denji menjawab bahwa ia berniat mengikuti perintah Yoshida serta tidak akan pernah berubah lagi ke wujud lainnya. Ketika Fumiko berkelakar bahwa hidup sebagai Chainsaw Man akan membuka peluang yang sulit dijangkau orang biasa, Denji membalas bahwa beban yang harus ditanggungnya justru terasa tidak sepadan. Setuju dengannya, Fumiko tanpa sengaja menyebut bahwa ia sangat membenci jika diamati di kamar mandi, sehingga secara tak sengaja membongkar aktivitas pengawasannya sendiri. Denji menyebut kebiasaan itu sebagai perilaku stalker, sementara Fumiko hanya mengangkat bahu dan menganggapnya sebagai hak seorang pengikut sejati.
Pembicaraan mulai menjadi tajam ketika Denji teringat bahwa setiap hubungan asmara lamanya ternyata menyimpan niat berbahaya, dan ia pun melontarkan bahwa semua kekasihnya sebenarnya membencinya. Wajah Fumiko langsung murung, dan ia mengakui bahwa ia memang menyalahkan Denji karena gagal menyelamatkan orang tuanya. Ia menceritakan bahwa keluarganya tinggal di kota tempat pertempuran melawan Iblis Senjata pecah, dan pertempuran itu meratakan rumah mereka; puing-puing menimpa ibu dan ayahnya, sementara suara deru gergaji mesin memadamkan jeritan mereka hingga akhirnya keduanya meninggal. Meski begitu, Fumiko menolak menyalahkan Denji, karena melihatnya kembali menjadi anak biasa alih-alih dewa membuatnya memilih untuk mencintai Denji sebagai manusia, bukan sebagai pahlawan. Percakapan mereka berakhir ketika Barem muncul, mengaku sebagai penggemar Chainsaw Man, bukan si pemuda. Ia memuji ketatnya perlindungan yang diberikan Keamanan Publik, menyalakan rokok dengan korek api bergambar Chainsaw Man, dan sebagai penggemar ia meminta izin untuk menyaksikan pertarungan lainnya. Merasakan hal yang sama, ia memperingatkan bahwa sebentar lagi seorang Iblis akan menyerang lantai dasar taman tersebut, membuat kerumunan berteriak minta tolong. Pusat jajanan, yang dipenuhi orang tua dan anak-anak, ditetapkan sebagai medan pertempuran mendatang, di mana Miri bersembunyi bersama para Hibrida Cambuk dan Tombak.
Diterbitkan pada 13 September 2023 dalam Volume 16, bab ini dari arc Gereja Chainsaw Man berjudul Denji Fan Kurabu, sebuah penghormatan terhadap kesetiaan rival antara Fumiko dan Barem. Sejarah tragis Fumiko mengaitkan kesedihannya dengan aksi brutal Denji di masa lalu, sementara penyergapan yang direncanakan Barem mendorong cerita menuju pertumpahan darah terbuka.

Dengar, asal mula pertarungan viral ini dapat ditelusuri ke satu tweet yang secara main-main menyandingkan pesona misterius Reze dengan kepribadian eksplosif Bakugo. Dalam hitungan jam, komunitas anime mengubah pengamatan kasual ini menjadi kompetisi kreatif besar-besaran...

Internet menemukan glitch uang tak terbatas. Yamcha juga. Lagu R&B yang halus tentang uang paling mudah di dunia Dragon Ball dan satu pria yang terus membayarnya....
Chapter 142 mempertemukan dua pengagum obsesif, Fumiko dan Barem, satu sama lain. Fumiko mengungkapkan bahwa orang tuanya tewas dalam pertarungan Denji melawan Iblis Senjata, namun ia tetap mengagumi sosok di balik legenda tersebut, sementara Barem muncul dan memperingatkan akan adanya serangan yang akan datang.
Chapter 142 mengungkapkan bahwa keluarga Fumiko tinggal di kota tempat pertempuran melawan Iblis Senjata meletus. Pertempuran itu meratakan rumah mereka, dan puing-puing menimbuni ibu serta ayahnya, sementara suara gergaji mesin menyelimuti jeritan mereka hingga keduanya meninggal.
Dalam Chapter 142, Fumiko mengakui bahwa ia memang menyalahkan Denji karena gagal menyelamatkan orang tuanya, namun ia tetap menolak untuk menganggapnya bersalah. Melihat Denji menjadi anak biasa alih-alih dewa membuatnya berjanji untuk mengabdikan diri kepada Denji sebagai manusia.
Dalam Chapter 142, Barem muncul sebagai seorang yang menyebut dirinya penggemar Chainsaw Man dan memperingatkan bahwa sebentar lagi seorang Iblis akan menyerang lantai dasar taman, membuat kerumunan berteriak minta tolong. Food court yang penuh dengan orang tua dan anak-anak ditetapkan sebagai medan pertempuran yang akan datang.
Dalam Chapter 142, Fumiko tanpa sengaja menyebutkan bahwa ia sendiri pasti akan membenci jika diamati di kamar mandi, sehingga secara tak sengaja membongkar kebiasaannya mengintai Denji. Ketika Denji menyebut kebiasaan itu sebagai perilaku penguntit, Fumiko menanggapinya santai, menganggapnya sebagai hak seorang pengikut sejati.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Denji Fan Club? Wiki Chainsaw Man di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Chainsaw Man. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.