
Bab 229 dari Chainsaw Man, bagian dari arc Iblis Perang. Kehilangan banyak darah, Yoru menjelaskan kepada Asa mengapa ia membiarkan burung merpati itu hidup dan bagaimana rasa bersalah membentuk senjatanya, lalu Denji menghidupkannya kembali dengan darahnya sendiri karena alasan yang mengejutkan.
Masih mengalami pendarahan hebat, Yoru sempat tertawa lemah melihat sepasang burung terbang. Asa, yang terkejut dengan belas kasihan yang diperlihatkan pada si merpati, bertanya mengapa Yoru repot-repot membiarkannya hidup padahal ia bisa langsung merebut tubuh dan pikirannya. Melihat Denji menjalar mendekati mereka, Yoru menceritakan kepada Asa bahwa merebut tubuh seekor burung di awal hanyalah upaya untuk bertahan hidup. Meski makhluk itu kecil, ia tetap merasakan beban rasa bersalah burung itu karena telah mencuri dan memakan cacing-cacing.
Rasa bersalah itulah, jelasnya, yang membuatnya mampu membentuk senjata yang lebih kokoh ketika ia memikulnya. Ia juga berusaha memahami rasa bersalah Asa, namun mengaku tak pernah berhasil. Sementara Asa terdiam terpana, Yoru menyatakan bahwa apa pun yang dianggap dosa baginya sama sekali tak berarti di mata seorang Iblis, tepat saat Denji akhirnya sampai di hadapan mereka berdua. Dengan merobek salah satu lengannya yang masih utuh, Denji memberikan darahnya kepada Yoru agar ia bisa beregenerasi, lalu ambruk. Terkejut atas tindakannya, sang Iblis Perang pun bangkit dan menuntut penjelasan mengapa ia rela menyerahkan darahnya padahal Yoru dengan mudah saja bisa membunuhnya. Denji menjelaskan bahwa ia tiba-tiba teringat janjinya untuk tidur dengannya jika ia memangsa seorang Iblis berbahaya. Yoru tertawa keras sementara dunia di sekitar mereka terus runtuh.
Yoru mengungkapkan kepada Asa bahwa menguasai seekor burung di awal adalah langkah bertahan hidup dan bahwa menyerap rasa bersalah justru memperkuat senjatanya, meski ia tak pernah benar-benar memahami rasa bersalah Asa. Ia menyimpulkan bahwa dosa-dosanya hanyalah hal remeh bagi seorang Iblis. Denji tiba, merobek lengannya, dan memberikan darahnya kepada Yoru untuk menyembuhkannya sebelum akhirnya roboh. Ketika Yoru menuntut penjelasan, Denji mengacu pada janji seksnya jika ia memangsa seorang Iblis berbahaya, membuat Yoru histeris.
Sebagai entri Volume 24 dalam arc Iblis Perang, bab ini semakin mempererat ikatan antara Yoru dan Denji serta menjelaskan bagaimana rasa bersalah sang Iblis Perang menjadi bahan bakar bagi senjatanya. Iblis Kematian disebutkan, dan adegan ini mempertemukan Asa, Yoru, dan Denji di tengah situasi kacau yang kian memburuk.

Dengar, asal mula pertarungan viral ini dapat ditelusuri ke satu tweet yang secara main-main menyandingkan pesona misterius Reze dengan kepribadian eksplosif Bakugo. Dalam hitungan jam, komunitas anime mengubah pengamatan kasual ini menjadi kompetisi kreatif besar-besaran...

Internet menemukan glitch uang tak terbatas. Yamcha juga. Lagu R&B yang halus tentang uang paling mudah di dunia Dragon Ball dan satu pria yang terus membayarnya....
Dalam Bab 229, Nightjar dan Asa, seorang Yoru yang berdarah menjelaskan kepada Asa mengapa ia membiarkan burung merpati itu hidup dan bagaimana menyerap rasa bersalah memungkinkannya membuat senjata yang lebih kokoh. Denji kemudian merobek salah satu lengannya dan memberikan darahnya kepada Yoru untuk menyadarkannya kembali, sambil mengingat janjinya akan hubungan seks.
Yoru bercerita kepada Asa bahwa pertama kali ia merasuki seekor burung sebagai upaya bertahan hidup dan turut menanggung rasa bersalah si burung kecil karena telah memakan cacing. Rasa bersalah yang terserap itulah yang membuatnya tidak sanggup melukai burung merpati tersebut.
Dalam Bab 229, Yoru menjelaskan bahwa menanggung rasa bersalah memungkinkannya membentuk senjata yang lebih kuat. Ia juga mencoba menyerap rasa bersalah Asa, tetapi mengaku tak pernah berhasil, lalu menyimpulkan bahwa apa pun yang dianggap dosa oleh Asa sama sekali tak berarti bagi mata seorang Iblis.
Denji merobek salah satu lengannya yang masih utuh dan memberikan darahnya kepada Yoru agar ia bisa pulih, lalu ia sendiri terkulai. Ketika Yoru menuntut alasan mengapa ia melakukan itu alih-alih membunuhnya, Denji menjawab bahwa tiba-tiba ia teringat janji Yoru untuk tidur dengannya jika ia memangsa seorang Iblis berbahaya.
Yoru mengungkapkan di Bab 229 bahwa merebut tubuh seekor burung pada awalnya hanyalah cara untuk bertahan hidup. Meski kecil, makhluk itu tetap memikul beban rasa bersalah karena telah menangkap dan memakan cacing, yang kemudian diserap oleh Yoru.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Nightjar dan Asa? Wiki Chainsaw Man di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Chainsaw Man. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.