
Bab kesembilan puluh empat mempertemukan Denji dalam bentuk hibrida melawan pasukan yang dikumpulkan Makima serta segerombolan zombi di sebuah pemakaman. Ia mengalahkan Barem dan Quanxi namun melemah akibat pemujaan dari seluruh dunia, dan Makima yang berlumuran darah memberinya darahnya untuk menghidupkannya kembali demi membunuhnya secara pribadi.
Dalam bentuk hibrida, Denji berhadapan dengan Makima di tengah sebuah pemakaman; di pihak Makima terdapat Reze, Quanxi, Katana Man, Hibrida Tombak dan Cambuk, Miri Sugo, Barem Bridge, serta banyak personel Keamanan Publik. Iblis Zombi bangkit di belakangnya, sementara mayat-mayat berpakaian merangkak keluar dari kuburan, beberapa di antaranya mengayunkan batu nisan seperti pedang, lalu menyerbu Denji dari segala arah. Denji menancapkan rantainya ke tanah, mencabut sebuah lempengan raksasa, dan melemparkannya ke arah Makima.
Katana Man dan Miri melompat untuk membelah lempengan itu, sehingga mereka pun terbuka; Denji turun dari reruntuhan dan menebang keduanya. Hibrida Tombak menusuk dadanya dari belakang, dan ketika Reze serta Hibrida Cambuk mendekat, Denji berputar, menebas ketiganya menggunakan gergaji mesin yang terpasang di lengannya serta yang ada di kakinya sebelum mereka terjatuh. Quanxi menghujaninya dengan panah, dan para zombi menumpuk di atasnya sampai ia tertimbun. Makima menjelaskan bahwa ia telah melemah karena kini dunia menerima Chainsaw Man sebagai maskot komersial, sehingga tidak lagi perlu takut padanya.
Denji berhasil membebaskan diri dengan gergajinya, hanya untuk diserang oleh Barem yang menyulut tumpukan itu dengan senjata penyembur api miliknya. Dua rantai kemudian meluncur dari kobaran api, mengait batu nisan, dan menarik Denji maju hingga berhasil membelah Barem menjadi dua, sementara Quanxi melindunginya dengan kedua lengannya. Ia memotong dan memenggal kepala Quanxi meski masih ada lebih banyak panah. Berlutut dan terbaring telentang, Denji yang berlumuran darah terbaring di bawah Makima, yang menembak lubang di telapak tangannya sendiri dengan suara ‘Bang’ dan membiarkan darahnya mengalir ke mulutnya, seraya berkata agar ia bangun supaya Makima bisa membunuhnya sendiri.
Di sebuah pemakaman, Denji dalam bentuk hibrida bertempur melawan hibrida-hibrida Makima serta gerombolan Iblis Zombi. Ia menebang Katana Man, Miri Sugo, Reze, serta Hibrida Cambuk dan Tombak, lalu tertimbun oleh para zombi ketika Makima mengungkapkan bahwa pemujaan dari seluruh dunia telah melemahkannya. Denji membebaskan diri sambil terbakar, membunuh Barem dan Quanxi, lalu ambruk, dan pada saat itu Makima memberinya darahnya untuk menghidupkannya kembali demi duel maut.
Bab berjumlah sembilan belas halaman dalam Volume 11 ini melanjutkan alur Iblis Kendali dan terbit dalam edisi 2020-51 pada tanggal 21 November 2020. Bab ini menampilkan Pochita, Denji, Makima, Iblis Zombi, serta jajaran hibrida miliknya: Quanxi, Reze, Katana Man, Miri Sugo, Hibrida Tombak dan Cambuk, serta Barem Bridge.

Dengar, asal mula pertarungan viral ini dapat ditelusuri ke satu tweet yang secara main-main menyandingkan pesona misterius Reze dengan kepribadian eksplosif Bakugo. Dalam hitungan jam, komunitas anime mengubah pengamatan kasual ini menjadi kompetisi kreatif besar-besaran...

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Pada Bab 94, dalam pertarungan antara Chainsaw Man melawan para Manusia Senjata, Denji hibrida bertempur melawan para hibrida buatan Makima: Quanxi, Reze, Pria Katana, Miri Sugo, Hibrida Tombak dan Cambuk, serta Barem Bridge, bersama dengan banyak anggota Keamanan Publik dan segerombolan Iblis Jelmaan.
Di Bab 94, Makima menjelaskan bahwa Denji telah melemah karena kini dunia menerima Chainsaw Man sebagai maskot yang dipasarkan, sehingga tidak ada lagi alasan untuk takut kepadanya.
Dalam Bab 94, Denji menebas Pria Katana dan Miri Sugo, menghunuskan pedangnya pada Reze serta Hibrida Cambuk dan Tombak, lalu membunuh Barem Bridge dan memenggal kepala Quanxi sebelum akhirnya terkapar.
Pada akhir Bab 94, Denji yang berlumuran darah terkapar, dan Makima menembak lubang di telapak tangannya sendiri agar darahnya mengalir ke mulut Denji, sambil menyuruhnya bangun agar ia sendiri yang bisa membunuhnya.
Bab 94 menggelar pertarungannya di sebuah pemakaman, di mana mayat-mayat yang masih mengenakan pakaian merangkak keluar dari kuburan, beberapa di antaranya mengayunkan batu nisan seperti bilah, sementara segerombolan Iblis Jelmaan menimbuni Denji.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Chainsaw Man vs. Para Manusia Senjata? Wiki Chainsaw Man di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Chainsaw Man. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.