Misi ketiga orang ini selanjutnya mengarah ke gunung yang tersumbat jaring di mana anggota Korps yang terbunuh dijadikan boneka dengan tali. Tanjiro dan Inosuke bertarung untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang dikendalikan saat keluarga iblis laba-laba dan iblis mirip anak kecil yang mengerikan mengawasi dari balik pepohonan.
Episode anime kelima belas membuka alur cerita Gunung Natagumo. Tanjiro, Inosuke, dan Zenitsu yang enggan menuju ke gunung yang dipenuhi laba-laba dan benang. Di sana mereka bertemu dengan seorang penyintas yang panik dan menemukan bahwa pembasmi yang gugur sedang dimanipulasi seperti boneka. Waktu ini memperkenalkan keluarga iblis laba-laba dan anak pucat yang menyebut mereka sebagai kerabatnya.
Setelah meninggalkan rumah Hisa, ketiganya mencapai Gunung Natagumo saat malam tiba. Zenitsu menolak untuk mendaki, jadi Tanjiro dan Inosuke terus maju setelah menangkap aroma iblis. Mereka menemukan satu-satunya penyintas yang menceritakan bagaimana sepuluh pembasmi memasuki hutan sebelum saling menyerang dalam pembantaian mendadak. Suara gemeretak menandakan mayat-mayat pembasmi yang mati tertatih-tatih maju di bawah kendali, dan Tanjiro menyadari bahwa benang tipis mengikat mereka. Dengan mengiris benang, dia membebaskan beberapa dari mereka, hanya untuk melihat mereka ditangkap kembali oleh laba-laba kecil yang memasang kembali tali baru. Iblis wanita putih, yang menyebut para korban sebagai bonekanya, ada di balik permainan boneka tersebut, dan Tanjiro memahami bahwa memutuskan tali tidak ada gunanya kecuali iblis yang mengendalikannya dibunuh. Inosuke menggunakan bentuk ketujuh Pernapasan Hewan Buas untuk memetakan hutan dan menemukan iblis di atas batu besar di kejauhan. Jauh di atas, iblis pucat seperti anak kecil bernama Rui memperingatkan para pembasmi untuk menjauh dari kedamaian keluarganya. Sementara itu, di sebuah kuil yang jauh, Kagaya Ubuyashiki mengutus Hashira Giyu Tomioka dan Shinobu Kocho ke gunung itu.
Episode ini mengadaptasi bab dua puluh delapan dan dua puluh sembilan, serta menggunakan judul yang sama dengan bab dua puluh sembilan.
Pembukaan singkat berupa adegan dingin, di mana pertama Zenitsu lalu Inosuke mengejar Tanjiro dalam upaya merebut perhatian Nezuko, diciptakan khusus untuk anime, begitu pula adegan Inosuke yang menyadap percakapan dari luar. Dalam manga, identitas iblis yang mengendalikan para laba-laba sudah terungkap lebih awal melalui cerita sang penyintas, sementara dalam anime pengungkapan tersebut ditunda hingga para iblis mulai mendekat.

Demon Slayer: Infinity Castle meraup $778 juta secara global dan hampir 40 miliar yen di Jepang, tapi tetap nggak bisa mengalahkan rekor domestik Mugen Train. Dan kenapa itu sebenarnya nggak terlalu penting...

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Di Mount Natagumo, episode kelima belas Demon Slayer, Tanjiro, Inosuke, dan Zenitsu yang enggan mencapai gunung yang dipenuhi laba-laba tempat para anggota Korps Pembasmi Iblis yang terbunuh dikendalikan seperti boneka dengan benang. Tanjiro dan Inosuke bertarung untuk membebaskan pembasmi yang dikendalikan dan menyadari bahwa memotong benang itu sia-sia kecuali iblis yang mengendalikan mereka dibunuh.
Mount Natagumo adalah gunung yang dipenuhi jaring di Demon Slayer yang berfungsi sebagai latar tempat keluarga iblis laba-laba berburu. Gunung ini membuka alur cerita Mount Natagumo, dengan anggota Korps Pembasmi Iblis yang terbunuh dikendalikan seperti boneka dengan benang.
Episode Mount Natagumo memperkenalkan keluarga iblis laba-laba, termasuk iblis wanita kulit putih yang menyebut korban yang dikendalikan sebagai bonekanya, dan iblis pucat seperti anak kecil bernama Rui yang memperingatkan para pembasmi untuk menjauh dari kedamaian keluarganya. Episode ini juga menampilkan Tanjiro, Inosuke, dan Zenitsu, ditambah Kagaya Ubuyashiki yang mengutus para Hashira.
Di Mount Natagumo, Kagaya Ubuyashiki mengutus para Hashira Giyu Tomioka dan Shinobu Kocho ke gunung tersebut dari sebuah kuil yang jauh.
Episode Mount Natagumo mengadaptasi bab dua puluh delapan dan dua puluh sembilan dari manga dan memiliki judul yang sama dengan bab dua puluh sembilan. Anime menunda pengungkapan iblis yang mengendalikan laba-laba hingga para iblis mendekat, sedangkan manga mengungkapnya lebih awal dalam cerita korban yang selamat.
Mencari lebih banyak tentang Gunung Natagumo? Demon Slayer Wiki di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini adalah tulisan orisinal dari Daddy Jim Headquarters berdasarkan serial anime, manga, dan materi resmi Demon Slayer. Referensi episode dan bab disebutkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.