
Haruo Sotozaki adalah seorang sutradara anime dan film Jepang yang menyutradarai Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable). Ia juga menyutradarai filmnya yang diakui pada tahun 2020, Mugen Train.
Pada tahun 2019, Sotozaki menyutradarai adaptasi anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable), salah satu proyek paling menentukan dalam kariernya. Ia melanjutkannya dengan menyutradarai film fitur tahun 2020 Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - The Movie: Mugen Train, yang kemudian memenangkan berbagai penghargaan. Bersama-sama, serial dan film ini mengangkat profilnya secara signifikan dan menjadi karya-karyanya yang paling terkenal.
Sotozaki telah bekerja sebagai sutradara dalam anime dan film Jepang sejak tahun 1990-an. Ia membuat debut penyutradaraan penuhnya pada tahun 2004 dengan adaptasi anime Ninja Nonsense, dan terus membangun pengalamannya di berbagai produksi televisi sebelum mengambil alih waralaba Demon Slayer. Penyutradaraannya untuk serial dan film teatrikalnya memberinya pengakuan yang signifikan di dalam industri tersebut.
Haruo Sotozaki paling dikenal karena menyutradarai Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable) dan film layar lebarnya pada 2020, Mugen Train. Keduanya menjadi karya yang paling melekat dengan namanya.
Haruo Sotozaki menyutradarai adaptasi anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba pada tahun 2019, serta filmnya Mugen Train pada 2020. Debut penyutradaraan penuhnya terjadi pada tahun 2004 dengan adaptasi anime Ninja Nonsense.
Haruo Sotozaki menyutradarai adaptasi anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable) pada tahun 2019. Ini adalah salah satu proyek yang mendefinisikan kariernya.
Ya, Haruo Sotozaki menyutradarai film layar lebar tahun 2020 Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - The Movie: Mugen Train, yang kemudian meraih banyak penghargaan. Ia menyutradarainya setelah serial anime tersebut.
Haruo Sotozaki telah bekerja sebagai sutradara di film dan anime Jepang sejak era 1990-an, dengan karier yang aktif sejak tahun 1994. Ia membangun pengalaman di berbagai produksi televisi sebelum mengambil alih waralaba Demon Slayer.

Demon Slayer: Infinity Castle meraup $778 juta secara global dan hampir 40 miliar yen di Jepang, tapi tetap nggak bisa mengalahkan rekor domestik Mugen Train. Dan kenapa itu sebenarnya nggak terlalu penting...

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Konten ini adalah tulisan orisinal dari Daddy Jim Headquarters berdasarkan serial anime, manga, dan materi resmi Demon Slayer. Referensi episode dan bab disebutkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.