
Go Shiina adalah komposer Jepang yang dikenal dengan musik permainan video dan anime yang menyekor Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable). Ia mendapat pengakuan luas untuk skornya pada tahun 2005 di Tales of Legendia.
Shiina menggubah musik untuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable), yang menandai salah satu perluasan awalnya dari skor permainan video ke dalam anime, menyusul karyanya pada film 2011 Sakura no Ondo. Komposisinya ditandai dengan tekstur orkestra yang berat dan kuat, kepekaan yang cocok dengan seri tersebut. Proyek ini menjadi salah satu entri paling terlihat dalam karir yang sebelumnya berpusat pada media interaktif, memperluas penontonnya di luar permainan dan membantu memperkuat reputasinya sebagai komposer layar serbaguna yang bekerja di anime dan permainan.
Lahir sebagai Masaru Shiina pada 16 Mei 1974, Shiina bergabung dengan Namco pada tahun 1997 dan membangun reputasi awalnya dengan menulis musik untuk waralaba termasuk Tales, Mr. Driller, dan God Eater. Terobosannya tiba dengan skor untuk Tales of Legendia pada tahun 2005, setelah itu ia berkontribusi pada judul-judul dalam seri Tekken, Ace Combat, dan The Idolmaster. Ia meninggalkan Bandai Namco Entertainment pada tahun 2017 untuk bekerja sebagai pekerja lepas, meskipun ia terus berkolaborasi dengan perusahaan tersebut pada proyek-proyek seperti seri God Eater dan permainan lainnya termasuk Code Vein.
Di luar lagu tema permainan dan animenya, Shiina telah menggubah dan mengaransemen lagu-lagu untuk band dan artis rekaman lainnya, menerapkan gaya orkestra yang sama dan kuat yang mendefinisikan karya layarnya. Langkahnya ke status pekerja lepas tidak memutuskan hubungannya yang panjang dengan Bandai Namco, dan ia tetap menjadi kehadiran yang aktif di berbagai waralaba profil tinggi sambil mengambil komisi independen.

Demon Slayer: Infinity Castle meraup $778 juta secara global dan hampir 40 miliar yen di Jepang, tapi tetap nggak bisa mengalahkan rekor domestik Mugen Train. Dan kenapa itu sebenarnya nggak terlalu penting...

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Komposer Jepang Go Shiina menata musik untuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba bagi studio Ufotable. Proyek ini menandai salah satu langkah awalnya dari penataan musik permainan video ke anime.
Go Shiina menggubah musik Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (studio Ufotable), yang mengikuti karya awalnya dalam film Sakura no Ondo tahun 2011. Demon Slayer menjadi salah satu karyanya yang paling terlihat dalam karier yang sebelumnya berpusat pada permainan video.
Terobosan Go Shiina datang dengan gubahannya di tahun 2005 untuk Tales of Legendia, yang memberinya pengakuan luas. Ia kemudian dikenal luas karena menggubah musik untuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.
Ya. Shiina meninggalkan Bandai Namco Entertainment pada tahun 2017 untuk bekerja sebagai tenaga lepas dan tetap aktif di berbagai waralaba kelas atas seraya menerima pesanan independen.
Komposisi Shiina dicirikan oleh tekstur orkestra yang kuat dan berat, sebuah kepekaan yang cocok dengan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Gaya orkestra yang kuat ini juga mendefinisikan karya permainan video dan rekamannya.
Konten ini adalah tulisan orisinal dari Daddy Jim Headquarters berdasarkan serial anime, manga, dan materi resmi Demon Slayer. Referensi episode dan bab disebutkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.