
Tiga puluh satu tahun setelah kematian Himmel, Kelompok Frieren tiba di sebuah desa yang tenang di Federasi Aufgabe, di mana sang wali kota tua yang disayangi, Radaal, menyembunyikan kedua tangannya yang seperti seorang prajurit serta tujuan yang terpendam. Sebuah jabat tangan menanamkan kecurigaan pada Frieren, dan menjelang malam, sesepuh yang ramah itu mengungkapkan dirinya sebagai seorang pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuhnya.
Tiga puluh satu tahun setelah kematian Himmel, Frieren, Fern, dan Stark melintasi sebuah jalur pegunungan dan turun menuju sebuah desa terpencil di dalam Federasi Aufgabe. Para pelancong kini jarang singgah di sana lagi, demikian yang diketahui kelompok tersebut, sejak jalan raya utama menuju Ibukota Kekaisaran selesai dibangun tiga dekade lalu. Wali kota desa yang sudah lanjut usia namun sangat dihormati, seorang pria bernama Radaal, menyambut ketiganya dan mengundang mereka untuk berbagi kisah perjalanan dengan penduduk setempat. Namun saat Frieren menjabat tangannya sebagai salam, rasa tidak nyaman mulai merasuk ke dalam dirinya: genggamannya adalah milik seorang pejuang yang masih sangat terlatih.
Saat kelompok tersebut menghibur para warga desa dengan cerita-cerita, Radaal sibuk mengerjakan tugas-tugas kecil di sekitar kota. Belakangan ia duduk bersama istrinya, yang memarahinya karena melewatkan kisah para petualang, dan keduanya tenggelam dalam kenangan indah tentang kehidupan bersama mereka. Ketika Radaal melontarkan ucapan yang tak biasa lembut, istrinya bertanya apa yang mengganggunya; ia berkelit, hanya mengatakan bahwa masih ada satu tugas terakhir yang harus ia selesaikan.
Pada malam itu, Frieren menugaskan Stark menjadi penjaga pertama di luar penginapan mereka dan menjelaskan apa yang terus mengusiknya tentang Radaal, meski seluruh warga desa telah menyampaikan kata-kata hangat untuknya. Rahasia pria tua itu pun mulai terungkap: semasa mudanya, ia diberi tugas rahasia untuk membunuh setiap nama dalam sebuah daftar sebelum siapa pun dari mereka sempat mencapai Ibukota Kekaisaran, sebuah misi yang baru selesai setelah semua target tewas. Nama terakhir dalam daftar itu adalah Frieren. Radaal menuju pondok tempat kelompok itu menginap dan bertemu Stark di luar. Stark mencoba membujuknya, tetapi satu pukulan saja cukup untuk menjatuhkan prajurit muda itu, dan Radaal pun beralih ke arah pintu untuk menyelesaikan misi membunuh Frieren.
Bab ini memperkenalkan Radaal dan, melalui kilas balik, komandan Pasukan Bayangan beserta tokoh-tokoh Eleven serta saudara laki-laki Radaal. Pertemuan ini mempertemukan Stark dan Radaal dalam bentrokan yang sangat tidak seimbang, sehingga Frieren pun menjadi korban akhir yang dituju oleh sang pembunuh bayaran.

Internet menemukan glitch uang tak terbatas. Yamcha juga. Lagu R&B yang halus tentang uang paling mudah di dunia Dragon Ball dan satu pria yang terus membayarnya....

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Para Prajurit Bayangan adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dirahasiakan, yang diperkenalkan dalam Bab 124, yang juga memperlihatkan komandan mereka melalui kilas balik. Wali kota desa yang baik hati, Radaal, ternyata dahulu juga seorang prajurit bayangan; ia menerima tugas rahasia untuk membunuh setiap nama dalam sebuah daftar sebelum siapa pun sempat mencapai Ibukota Kekaisaran.
Bab 124 mengisahkan Frieren, Fern, dan Stark saat mereka tiba di sebuah desa terpencil di Federasi Aufgabe, tiga puluh satu tahun setelah kematian Himmel. Wali kota tua yang disayangi, Radaal, menyambut mereka, namun Frieren merasakan adanya bahaya, dan menjelang malam terungkap bahwa ia sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhnya.
Pada Bab 124, ketidaknyamanan Frieren bermula ketika ia menjabat tangan wali kota Radaal sebagai salam dan merasa bahwa genggamannya adalah milik seorang pejuang yang masih sangat terlatih. Meski penduduk desa menyampaikan kata-kata hangat tentang dirinya, perincian itu terus mengganggunya.
Pada Bab 124, terungkap bahwa di masa mudanya Radaal menerima tugas rahasia untuk membunuh setiap nama dalam sebuah daftar sebelum siapa pun dari daftar tersebut sempat mencapai Ibukota Kekaisaran. Frieren adalah nama terakhir dalam daftar itu, dan tugas tersebut baru selesai setelah semua target tewas.
Pada Bab 124, Frieren menugaskan Stark berjaga pertama di luar tempat mereka menginap. Ketika Radaal datang, Stark mencoba membujuknya, tetapi ia berhasil dilumpuhkan hanya dengan satu pukulan, sehingga Frieren pun menjadi korban akhir yang dituju sang pembunuh.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 124: Prajurit Bayangan? Wiki Frieren di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Frieren: Beyond Journey's End. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.