Dalam Fullmetal Alchemist, manusia berdiri sebagai spesies dominan di Bumi dan satu-satunya makhluk yang mampu mengerjakan alkemi tanpa bantuan. Latarnya membingkai seseorang sebagai tiga bagian yang menyatu, tubuh fisik, pikiran, dan jiwa, masing-masing menjalankan perannya sendiri dalam apa yang membuat seseorang menjadi utuh.
Tubuh adalah bagian nyata dari seseorang, susunan rumit saraf, organ, pembuluh darah, tulang, dan otot yang disetel untuk menghadapi lingkungannya. Ia mematuhi aturan alam yang sama seperti hewan lain di planet ini, berbeda menurut spesies namun dibangun di atas rencana yang sama. Secara kimiawi, satu tubuh manusia terdiri dari kira-kira 35 liter air, 20 kilogram karbon, empat liter amonia, ditambah kapur, fosfor, garam, sendawa, belerang, fluor, besi, silikon, dan jejak samar dari lima belas unsur lainnya.
Berhadapan dengan tubuh adalah jiwa, kadang disebut roh, yang dalam seri ini dianggap hanya milik manusia. Tidak berwujud dan tampaknya abadi, ia menyimpan rasa jati diri seseorang dan setiap perasaan, terlepas dari daging pada saat kematian, dan membawa cukup energi mentah untuk mendorong tindakan manusia dan bahkan menggerakkan transmutasi tertentu. Yang mengikat keduanya selama seseorang hidup adalah pikiran; selama tubuh dan jiwa keduanya bertahan, betapapun hancurnya, ikatan itu menarik mereka satu sama lain, berjuang untuk bersatu kembali. Penalaran dan jiwa mereka juga memungkinkan manusia untuk saling mengenali melampaui sekadar biologi, sehingga mereka cenderung berkumpul bersama dan bahkan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk orang lain daripada sekadar berjuang untuk saling bertahan hidup.
Apa yang dianggap sebagai manusia biasanya mengikuti daftar periksa yang familiar, tetapi alkemi mempersulit label tersebut. Seiring kemajuan keahlian itu dan para eksperimenter mulai membentuk ulang manusia melaluinya, definisi yang rapi menjadi terkikis, terutama bagi siapa pun yang tubuh atau jiwanya telah dibelokkan, dirusak, atau dibangun kembali, yang menyisakan pertanyaan terbuka tentang di mana kemanusiaan benar-benar berakhir.
Dalam Fullmetal Alchemist, manusia terdiri dari tiga bagian yang saling terhubung: tubuh fisik, pikiran, dan jiwa, masing-masing menjalankan perannya sendiri dalam membentuk keutuhan seseorang.
Tubuh manusia dalam Fullmetal Alchemist digambarkan secara kimiawi terdiri dari sekitar 35 liter air, 20 kilogram karbon, empat liter amonia, ditambah kapur, fosfor, garam, sendawa, sulfur, fluor, besi, silikon, dan jejak lima belas unsur lainnya.
Jiwa, yang terkadang disebut roh, dianggap hanya dimiliki manusia. Jiwa bersifat tidak berwujud dan tampaknya abadi, menyimpan kesadaran diri dan perasaan seseorang, serta terlepas dari daging pada saat kematian.
Pikiran mengikat tubuh dan jiwa bersama selama seseorang hidup. Selama keduanya bertahan, betapa pun rusaknya, ikatan itu menarik mereka satu sama lain, berusaha untuk kembali menyatu.
Manusia adalah satu-satunya makhluk dalam latar tersebut yang mampu melakukan alkimia tanpa bantuan, berdiri sebagai spesies dominan di Bumi dalam seri ini.
Ingin tahu lebih banyak tentang Manusia? Wiki Fullmetal Alchemist di Fandom punya halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini adalah tulisan asli Daddy Jim Anime berdasarkan anime, manga, dan materi resmi Fullmetal Alchemist. Fullmetal Alchemist diciptakan oleh Hiromu Arakawa, diterbitkan oleh Square Enix, dan dianimasikan oleh Bones. Seluruh hak atas Fullmetal Alchemist dan karakternya dimiliki oleh pemegang hak masing-masing. Rujukan episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.