
Boodle menjabat sebagai wali kota Orange Town yang menua, sebuah pelabuhan yang ia bantu bangun dari lahan kosong selama empat dekade. Ketika Buggy si Badut merebut kampung halamannya, harga dirinya yang keras kepala mendorongnya menuju perlawanan tanpa harapan, hingga Bajak Laut Topi Jerami turun tangan dan mendapatkan rasa terima kasihnya yang abadi.
Kacamata dan tumpukan rambut keriting menjadi ciri khas warga senior ini, dengan rambut yang tumbuh tebal di puncak kepala dan menjuntai di setiap sisi lehernya. Dahulu hitam pekat, rambut itu telah memudar menjadi abu-abu seiring usia. Pakaian sehari-harinya terdiri dari kemeja yang ringan, celana pendek, dan sandal.
Selama kru Buggy menguasai kota, ia mengenakan seperangkat pelat kulit cokelat yang canggung, berupa pelindung dada yang dipadukan dengan pelindung lengan dan kaki, meskipun ia melepaskannya setelah ancaman berlalu. Dua tahun kemudian wajahnya menampilkan kerutan yang lebih dalam, dan ia telah menambahkan dasi kupu-kupu pada penampilannya.
Sebagai salah satu pendiri pemukiman tersebut, Boodle mencurahkan pengabdian yang hampir terlalu protektif kepada Orange Town dan semua orang di dalamnya, bahkan memberi ruang bagi pedagang khusus seperti Hocker dan, kemudian, anjing setia pria itu, Chouchou. Pada umumnya ia tetap berkepala dingin dan praktis. Namun kesetiaan yang sama itu dapat berubah menjadi kebanggaan yang keras kepala dan kekanak-kanakan yang mendorongnya untuk mengambil risiko yang seharusnya tidak ia ambil.
Boodle awalnya adalah salah satu dari banyak penyintas setelah bajak laut meratakan kampung halaman aslinya. Ia mengusulkan gagasan untuk memulai kembali di sebidang tanah kosong di Kepulauan Organ, dan semangatnya menggerakkan kerumunan orang selama kurang lebih empat puluh tahun kerja keras yang mengubah lahan mentah menjadi pelabuhan Orange Town yang makmur. Sepanjang tahun-tahun itu ia menjalin ikatan yang tidak biasa dengan penjual makanan hewan bernama Hocker, menopang toko pria itu bahkan ketika perdagangan merosot. Setelah penyakit merenggut Hocker, anjingnya Chouchou tetap berjaga permanen di depan toko dan diam-diam berada di bawah perawatan Boodle.
Beberapa bulan setelah kehilangan itu, Buggy si Badut dan krunya menyerbu pelabuhan. Tidak berdaya melawan mereka, Boodle dan para penduduk berpencar dan menjadi pengungsi untuk kedua kalinya, dengan hanya Chouchou yang menolak pergi. Sang wali kota sering menyelinap kembali untuk memberi makan hewan itu, dan dalam salah satu perjalanan tersebut ia berpapasan dengan Nami, Roronoa Zoro, dan Monkey D. Luffy yang terkurung dalam sangkar. Ia menampung Zoro yang terluka dan menjelaskan kisah Chouchou, tetapi melarikan diri ketika anak buah Buggy mendekat. Melihat anjing itu dan Luffy menolak mundur membuatnya malu hingga tergerak untuk bertindak, dan ia menyatakan kota itu sebagai hartanya sebelum bergegas menghadapi Buggy sendirian. Kekuatan Buggy mencekiknya dengan mudah, dan ketika Luffy menyelamatkannya, lelaki tua yang angkuh itu menolak bantuan dari luar, sehingga Luffy dengan tegas membuatnya pingsan agar tetap aman dari bahaya.
Setelah Topi Jerami meratakan seluruh kru tersebut, penduduk kota yang kembali mengira ketiganya sebagai penyerbu baru dan mengusir mereka. Boodle siuman, menyadari betapa besar utangnya kepada mereka, dan berlari ke dermaga untuk meneriakkan terima kasihnya saat mereka berlayar pergi. Ia dan para penduduk segera mengusir sisa anak buah Buggy dari kota. Dua tahun kemudian, dengan pelabuhan yang telah pulih, ia dan Chouchou membuka toko makanan hewan baru yang diberi nama untuk menghormati anjing tersebut. Jauh di kemudian hari ia mendengarkan siaran Vegapunk ke seluruh dunia sambil berbincang dengan Chouchou dan seorang gadis muda.
Boodle adalah wali kota lanjut usia dari Orange Town di East Blue, sebuah pelabuhan yang ia bantu bangun dari hutan belantara kosong selama kurang lebih empat puluh tahun. Ketika kru Buggy the Clown merebut kota tersebut, harga dirinya yang keras kepala mendorongnya untuk melakukan perlawanan tanpa harapan hingga Straw Hat Pirates turun tangan.
Boodle bertarung menggunakan tombak, meskipun kemampuannya tidak sebanding dengan Buggy the Clown ketika ia menyerang kapten bajak laut itu sendirian untuk mempertahankan Orange Town.
Chouchou adalah anjing setia yang dirawat Boodle setelah pemilik asli hewan tersebut, penjual makanan hewan Hocker, meninggal. Boodle terus merawat Chouchou dan kemudian membuka toko makanan hewan yang dinamai untuk menghormati anjing tersebut.
Boodle selamat dari penghancuran kampung halamannya oleh bajak laut dan mengusulkan pembangunan kembali di sebidang tanah kosong di Organ Islands, menggalang para penyintas selama sekitar empat puluh tahun kerja yang mengubah lahan tersebut menjadi pelabuhan Orange Town.
Boodle pada awalnya menolak untuk diselamatkan dan merasa terusik atas bantuan dari pihak luar dari Monkey D. Luffy, tetapi setelah Topi Jerami mengalahkan kru Buggy, ia menyadari betapa besar utangnya kepada mereka dan bergegas ke dermaga untuk berterima kasih saat mereka berlayar pergi.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Boodle? Wiki One Piece di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Anime berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi One Piece. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.