Episode 187 membawa kembali empat abad melalui ingatan Wyper untuk menceritakan bagaimana prajurit Shandia Kalgara pertama kali bertemu penjelajah Laut Utara Mont Blanc Noland. Wabah penyakit, ritual pengorbanan yang kejam, dan dewa ular yang terbunuh membawa kedua pria itu menuju jalur tabrakan.
Saat Enel menghujani desa Shandia dengan petir, Wyper teringat kepala suku yang menceritakan tentang ikatan Kalgara dengan orang luar. Kilas balik dibuka 400 tahun sebelumnya, ketika kru Noland yang terombang-ambing badai tertarik ke Jaya oleh suara lonceng yang jauh. Di darat mereka menemukan Shandia dilanda Tree Fever, penyakit bernoda hijau yang oleh para pendeta dianggap sebagai kutukan yang menuntut gadis-gadis muda diberikan kepada ular raksasa. Noland turun tangan di Altar Pengorbanan, memenggal ular Kashigami untuk menyelamatkan gadis bernama Mousse, yang membuat marah para penyembah dan membuat Kalgara menyerbu untuk membela dewa-dewanya.
Kru Noland yang kehabisan makanan menyaksikan laksamana mereka terjun ke laut dan muncul dengan ikan raksasa. Mengikuti suara lonceng menembus badai, mereka mencapai Jaya dan mendiagnosis anak laki-laki bernama Seto menderita Tree Fever, lalu memberinya dosis conine. Di altar, Noland membunuh Kashigami dan menyelamatkan Mousse, memicu kemarahan penduduk desa. Kalgara bertarung melawan Noland hingga imbang, lalu menusuknya dari belakang. Noland mengecam pengorbanan manusia sebagai aib dan berjanji akan menyembuhkan penyakit itu, meminta hanya agar Shandia meninggalkan ritual tersebut jika ia berhasil. Kepala suku memberinya waktu hingga sore berikutnya. Gempa bumi kemudian menjebak Noland di celah tanah, tempat Kalgara bertahan untuk mengejeknya.
Episode berperingkat tinggi ini dibangun hampir seluruhnya sebagai kilas balik sejarah dan memperkenalkan banyak tokoh masa lalu, di antaranya Kalgara, Mont Blanc Noland, Mousse, Seto, dan ular Kashigami. Sumber Fandom tidak mencantumkan trivia produksi terpisah. Kisah ini meletakkan dasar bagi persahabatan dan tragedi yang menjelaskan mengapa Luffy bertekad membunyikan Lonceng Emas.
Kilas balik Noland dimulai dalam Episode 187, kembali 400 tahun ke belakang untuk menceritakan bagaimana prajurit Shandia Kalgara pertama kali bertemu dengan penjelajah North Sea Mont Blanc Noland.
Mont Blanc Noland adalah penjelajah Laut Utara yang krunya yang terombang-ambing badai tertarik ke Jaya oleh suara lonceng yang jauh 400 tahun sebelum cerita masa kini, yang memicu persahabatan tragis dengan prajurit Shandia Kalgara.
Shandia dilanda Tree Fever, wabah yang membuat kulit menjadi hijau, yang oleh para pendeta mereka dianggap sebagai kutukan yang menuntut pengorbanan wanita muda kepada ular raksasa.
Noland memenggal ular Kashigami di Sacrificial Altar untuk menyelamatkan gadis bernama Mousse agar tidak dijadikan tumbal untuk ular tersebut, sebuah tindakan yang membuat marah para pemuja Shandia.
Kalgara menyerbu untuk membela dewa-dewanya, bertarung melawan Noland hingga imbang, dan kemudian menusuknya dari belakang dengan tombak setelah Noland mengecam ritual pengorbanan tersebut.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Dituntun Suara Lonceng! Kisah Prajurit Agung dan Penjelajah? Wiki One Piece di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Anime berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi One Piece. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.