
Angsuran ketujuh ini menutup bentrokan Tim Z melawan Tim X selama Seleksi Pertama. Dengan waktu yang terus berjalan dan selisih lima gol yang harus dikejar, Isagi bertaruh pada rencana pengecohan Bachira, hanya untuk gagal di depan gawang dan menyerahkan penyelesaian akhir kepada rekan setim yang ia bersumpah tidak akan pernah ia andalkan.
Bachira mengajukan ide untuk menarik para pemain bertahan Tim X kepadanya, sehingga membebaskan Isagi untuk melakukan serangan kejutan. Rencana tersebut bergantung pada Isagi yang menerima bola dan berlari menerobos untuk menyelesaikan serangan. Papan skor membuat tugas itu tampak mustahil, karena Tim Z perlu mencetak lebih dari lima gol dengan sisa waktu hampir tiga menit.
Ketika umpan Bachira sampai kepadanya dengan bersih, Isagi percaya hanya penjaga gawang yang kini menghalangi jalannya. Kemudian Baro muncul di hadapannya dan keberaniannya goyah. Kunigami dan Raichi keduanya lepas dari penjagaan, meminta bola. Yakin bahwa menyerahkan bola berarti melepaskan peluangnya sendiri untuk bertahan, Isagi tetap membiarkan bola mengalir ke arah Kunigami secara naluriah. Kunigami menyarangkannya, mengubah kedudukan menjadi 5-1 untuk keunggulan Tim X. Raichi meledak marah, karena ia berdiri bebas dalam posisi yang lebih baik daripada Kunigami. Baro mencap Isagi pengecut, dengan argumen bahwa seorang penyerang yang membeku di depan gawang tidak pantas menyebut dirinya striker.
Peluit akhir memastikan hasil 5-1, menobatkan Tim X dan menandai Tim Z sebagai pihak yang kalah di babak tersebut. Bab ini terdiri dari dua puluh halaman di dalam Volume 2 sebagai entri ketiga dari Arc Seleksi Pertama, dan peristiwanya ditampilkan di layar dalam Episode 3. Bab ini pertama kali terbit di Jepang pada 19 September 2018, dengan edisi bahasa Inggris tiba pada 20 April 2021.
Bachira mengajukan rencana untuk menarik para pemain bertahan Team X kepada dirinya, dengan tujuan membebaskan Isagi untuk melakukan serangan kejutan saat Team Z mengejar kebangkitan yang tidak terduga.
Ketika umpan Bachira sampai kepadanya dengan bersih dan hanya penjaga gawang yang berdiri di antara dirinya dan gawang, mental Isagi goyah saat Baro muncul di jalurnya, dan ia akhirnya mengoper bola kepada Kunigami alih-alih menembak.
Pertandingan berakhir 5 banding 1 untuk keunggulan Tim X, dengan gol telat Kunigami dari umpan Isagi memastikan kekalahan Tim Z di Seleksi Pertama.
Baro menyebut Isagi pengecut karena membeku di depan gawang alih-alih menembak, dengan berargumen bahwa seorang penyerang yang ragu pada momen tersebut tidak pantas menyebut dirinya striker.
Raichi meluap marah atas keputusan Isagi untuk mengoper kepada Kunigami alih-alih kepadanya, karena Raichi saat itu berdiri bebas dalam posisi mencetak gol yang bahkan lebih menguntungkan.
Ingin tahu lebih banyak tentang Bab 7: Kita Akan Bertemu di Depan Gawang? Blue Lock Wiki di Fandom memiliki halaman khusus berisi catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan orisinal dari Daddy Jim Anime berdasarkan serial anime, manga, dan materi resmi Blue Lock. Referensi episode dan bab dicantumkan jika relevan.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.