
Bab 155 dari Chainsaw Man terhanyut ke dalam kabut kenangan di mana Nayuta menyelidiki masa lalunya sebagai Makima dan ikatannya dengan Denji, sehingga garis antara pikirannya dan mimpi bermasalah Denji yang dirawat di rumah sakit menjadi samar.
Seorang perempuan di antara para demonstran meminta massa untuk berhenti menyerang Nayuta, dengan alasan bahwa meskipun gadis itu telah membunuh seorang pria di bawah kendalinya, turun ke tingkat perilaku biadab secepat itu tetaplah salah. Nayuta melihat Barem meraba-raba mencari pistolnya dan mencoba menembak, namun ternyata senjatanya sudah kosong. Ia menempelkan laras pistol ke pelipisnya sendiri dan berpura-pura bahwa Nayuta sedang mendorongnya bunuh diri, sehingga kembali memicu amarah kerumunan.
Bab ini bergeser ke dalam ingatan, menampilkan Denji yang membawa Nayuta ke rumah mereka. Nayuta bertanya-tanya mengapa ia justru merasa kasihan pada lelaki itu, dan lebih tajam lagi, pada hatinya. Melalui rantai yang mengikatnya, ia menemukan eksistensi lamanya sebagai Makima, serta tujuannya dulu adalah mengacaukan kehidupan pribadi Denji demi membangkitkan Chainsaw Man. Nayuta menyimpulkan bahwa meruntuhkan kehidupan yang penuh kedamaian ini, sama seperti yang pernah dilakukannya dahulu, akan mengungkap sifat aslinya. Montase berikutnya menyoroti apartemen mereka dan berbagai momen bersama, termasuk Nayuta serta Denji yang asyik bermain-main dengan anjing-anjing; gadis itu jelas sangat menikmati saat-saat itu. Akhirnya, keduanya berbaring berdampingan, dengan Nayuta menyebut Denji bodoh dan keras kepala, sekaligus murid dan Chainsaw Man, dan ketika ia bertanya apa artinya bagi dirinya, Denji menjawab bahwa Nayuta adalah keluarga. Suara lain kemudian memotong ucapannya: suaranya sendiri.
Denji yang lebih muda mencibir cara dirinya saat ini memuja keluarga, menunjukkan betapa sering ia meninggalkannya demi menjadi Chainsaw Man, dan mengingatkannya bahwa ia pernah membunuh ayah kandungnya, sebuah fakta yang membuat mimpi itu hancur. Adegan kemudian memperlihatkan Denji terbaring di ranjang rumah sakit, sehingga sulit dipastikan sejauh mana ingatan tersebut benar-benar milik Nayuta.
Seorang demonstran membela Nayuta, sementara Barem, yang kehabisan peluru, berpura-pura bahwa Nayuta memaksanya untuk bunuh diri. Dalam kilas balik, Nayuta menggunakan rantainya untuk menggali kembali ingatan tentang kehidupannya sebagai Makima dan tujuan lamanya membangkitkan Chainsaw Man dengan mengacaukan kehidupan Denji. Ia mengenang kembali momen-momen hangat bersama Denji dan anjing-anjing, dan Denji menyebut Nayuta sebagai keluarga. Seorang Denji muda mengejek idealisasinya terhadap keluarga dan mengenang saat ia membunuh ayahnya, sebelum adegan itu mengungkap Denji di ranjang rumah sakit, sehingga tidak jelas ingatan siapa yang sedang digambarkan.
Diterbitkan pada 14 Februari 2024 dalam Volume 18 dan arc Gereja Chainsaw Man, bab ini dibangun di sekitar sebuah kilas balik panjang. Tokoh-tokoh utama yang ditampilkan antara lain Barem Bridge, Nayuta dalam wujud Kematian, Denji, serta penyebutan Makima, Pochita, dan Ayah Denji. Penyajian yang ambigu sengaja membuat sumber ingatan tersebut tetap tidak jelas.

Dengar, asal mula pertarungan viral ini dapat ditelusuri ke satu tweet yang secara main-main menyandingkan pesona misterius Reze dengan kepribadian eksplosif Bakugo. Dalam hitungan jam, komunitas anime mengubah pengamatan kasual ini menjadi kompetisi kreatif besar-besaran...

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Bab 155, Diri Lamaku, melayang ke dalam kabut kenangan di mana Nayuta menyelidiki masa lalunya sebagai Makima dan ikatannya dengan Denji, sehingga garis pemisah antara pikirannya dan mimpi bermasalah Denji yang dirawat inap menjadi samar.
Dalam Bab 155, Nayuta meraih melalui rantainya dan menemukan eksistensi lamanya sebagai Makima, sambil mengenang bahwa tujuannya adalah mengacaukan kehidupan pribadi Denji untuk membangkitkan Chainsaw Man.
Di Bab 155, ketika keduanya berbaring berdampingan, Nayuta bertanya padanya tentang siapa dirinya baginya, dan Denji menjawab bahwa Nayuta adalah keluarga. Suara lain, yakni dirinya sendiri saat masih muda, kemudian menyela.
Dalam Bab 155, pengemasannya sengaja dibuat ambigu. Seorang Denji yang lebih muda mencemooh idealisasinya tentang keluarga dan mengenang saat ia membunuh ayahnya, sebelum adegan tersebut mengungkap bahwa Denji tengah terbaring di ranjang rumah sakit, sehingga tetap tidak jelas seberapa besar bagian dari ingatan itu yang benar-benar milik Nayuta.
Bab 155, Diri Lamaku, dirilis pada 14 Februari 2024 dalam Volume 18 dan arc Gereja Chainsaw Man. Bab ini disusun berdasarkan sebuah kilas balik yang panjang.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Diri Lama? Wiki Chainsaw Man di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Chainsaw Man. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.