
Okarun mengantar Momo pulang dari shift kerjanya di kafe, dan saat mereka tiba di rumah, minuman dingin yang tumpah membebaskan Mata Iblis, yang kemudian mengurung Momo di dalam Rumah Terkutuknya dan mengincar dirinya.
Selesai bertugas, Momo meluapkan kekesalannya kepada Miko dan Kei atas rasa malu yang ia alami serta karena telah membiarkannya percaya bahwa pekerjaannya adalah di sebuah restoran. Keduanya pergi bersama Okarun, namun setelah mendengar bahwa Okarun ingin tetap tinggal, mereka meninggalkannya dengan nada berbalas makna, “selamat bersenang-senang.” Momo menyuruhnya kembali ke Jiji, tetapi Okarun bersikeras menunggu hingga jam sepuluh ketika Momo selesai bekerja agar ia tidak harus pulang sendirian di tengah gelap. Momo meyakinkannya bahwa ia bisa mengatasinya dan menyuruhnya pergi, namun tak lama kemudian Okarun kembali untuk mengantarnya sesuai rencana.
Dalam perjalanan pulang, keduanya saling tersipu setelah Momo menggandeng tangannya, sambil berdalih bahwa sentuhan itu hanya karena udara dingin. Di rumah keluarga Ayase, latihan energi Jiji memperlihatkan hasil: ia tetap tegar meski didorong oleh Manjiro dan berhasil menahan Mata Iblis, bahkan setelah setetes kecap jatuh menimpanya. Namun kemajuan itu buyar ketika ia bertemu Aira dan terciprati minuman dinginnya, sehingga roh tersebut terlepas.
Mata Iblis menaikkan Rumah Terkutuknya untuk menghalangi air panas dan menolak mantera Seiko, lalu mengarahkan pandangannya pada Momo, menjebaknya di dalam penghalang tersebut, sementara Okarun yang panik berusaha menarik perhatiannya. Bab ini termasuk dalam Volume 7 dan telah diadaptasi menjadi Episode 19.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Dalam Bab 55, pelatihan ki Jiji tetap mampu menahan Mata Iblis meski setetes kecap jatuh di tubuhnya, namun kemajuan itu buyar ketika ia bertemu dengan Aira dan terciprat minuman dingin miliknya, sehingga membebaskan roh tersebut.
Pada penutup Bab 55, Mata Iblis menegakkan Rumah Terkutuknya, mengarahkan pandangannya pada Momo, dan menjebaknya di dalam penghalang, sementara Okarun yang panik berusaha menarik perhatiannya.
Rumah Terkutuk adalah sebuah penghalang yang ditegakkan oleh Mata Iblis dalam Bab 55 untuk menghalangi air panas dan menolak mantera Seiko. Penghalang itu mengunci Momo di dalamnya saat roh tersebut mengincar dirinya.
Dalam Bab 55, pelatihan ki Jiji memperlihatkan hasil ketika ia tetap teguh melawan dorongan Manjiro dan berhasil menahan Mata Iblis meski setetes kecap jatuh di tubuhnya. Kendali itu baru buyar ketika minuman dingin Aira menyiramnya.
Bab 55, "Moe Moe Tri-Beam," termasuk dalam Volume 7 dan telah diadaptasi menjadi Episode 19 dari serial animenya. Bab ini merupakan bagian dari Arc Mata Iblis dalam Saga Pemburuan Kintama.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Moe Moe Tri-Beam? Wiki Dandadan di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Dandadan. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.