
Bab kedelapan mengantar mereka pulang setelah Eisen, Frieren, dan Fern memulihkan catatan Flamme. Perjalanan dengan kereta kuda berubah menjadi renungan lembut tentang pengajaran dan waktu, ketika Eisen menceritakan kepada Frieren bagaimana bahkan seceruk kecil dari rentang hidupnya yang panjang bersama para pahlawan telah membentuk dirinya sebelum mereka berpisah.
Dengan catatan Flamme kini sudah di tangan, ketiga musafir itu naik kereta kuda menuju rumah Eisen. Frieren terlelap di pundak Fern dan sesekali bergumam bahwa udara di dekat Kastil Raja Iblis sangat dingin, sebuah komentar yang membuat Fern bertanya pada Eisen; ia menjelaskan bahwa Ende terletak di ujung utara benua dan menyimpan masa lalu yang penuh beban. Merasa canggung, Fern mencoba, namun gagal, membangunkan tuannya yang tertidur.
Eisen bertanya apakah Frieren mengajar dengan baik, dan Fern pun menimbang-nimbang. Ia berpendapat bahwa Frieren mengejar sihir sepenuh hati dan lebih banyak bersandar pada muridnya, jauh lebih tertarik pada Himmel dan rombongan lama daripada pada Fern sendiri, karena ia hanya menerima Fern demi memenuhi sumpah yang pernah diucapkan kepada Heiter. Meski begitu, gadis itu tak bisa menampik rasa ingin tahunya, mengingat tuannya tak pernah absen memberinya hadiah ulang tahun. Pikiran Eisen melayang ke suatu malam ketika para pahlawan bersama-sama menyaksikan Meteor Era di Ibukota Kerajaan, saat Frieren menolak usulnya agar ia mengambil murid, menyebutnya sia-sia karena setiap murid akan segera meninggal, dan ketika Eisen berbicara tentang ikatan manusia, Frieren hanya berkata bahwa bahkan tahun-tahunnya bersama rombongan itu belum mengisi seperseratus dari umurnya. Dalam kenangan yang sama, Heiter memecah suasana dengan mengusulkan minum-minum merayakan kesempatan itu, yang langsung ditangkap Himmel sebagai sekadar rasa haus belaka.
Kembali ke masa kini, Eisen mengatakan kepada Fern bahwa tuan mereka adalah guru yang baik, dan gadis itu pun setuju. Ketiganya turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum akhirnya berhenti. Frieren sekali lagi meminta Eisen untuk ikut serta, namun Eisen menyebut dirinya kini hanya beban, memastikan bahwa Frieren hafal betul jalur menuju Ende, dan meminta maaf kepada Fern atas perjalanan panjang yang menanti, sebuah perjalanan yang bahkan telah menghabiskan sepuluh tahun dari hidup para pahlawan. Frieren menepisnya sebagai sekadar perjalanan sepuluh tahun, dan Eisen menjawab bahwa satu perseratus itu saja sudah mengubah dirinya. Saat keduanya berangkat, Fern menyadari bahwa masa hidupnya di samping Frieren nantinya akan mencapai setengah dari umurnya, dan Frieren tersenyum bahwa masih ada jauh lebih banyak waktu yang tersisa untuk dihabiskan.
Eisen, Frieren, dan Fern melakukan perjalanan kembali menuju rumah Eisen sambil membawa catatan Flamme. Eisen dan Fern berdiskusi tentang apakah Frieren seorang guru yang baik, dan Eisen menyampaikan kepada Frieren bahwa waktunya bersama para pahlawan telah mengubah dirinya. Eisen berpisah dari rombongan, dan Frieren serta Fern melanjutkan perjalanan menuju Ende dan Aureole.
Bab ini termasuk dalam alur Cerita Setelah Perjalanan Berakhir dan telah diadaptasi dalam episode keempat dan kelima dari serial anime-nya. Sebuah kilas balik menampilkan para pahlawan yang menyaksikan Meteor Era di atas Ibukota Kerajaan, dan Eisen secara pribadi memandang Frieren yang tertidur sebagai seorang gadis yang bebas dari beban pikiran.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Dalam Bab 8, Eisen, Frieren, dan Fern pulang dengan kereta kuda sambil membawa catatan Flamme. Eisen dan Fern berbincang tentang apakah Frieren adalah guru yang baik; Eisen mengatakan kepada Frieren bahwa masa hidupnya bersama para pahlawan telah mengubah dirinya, lalu ia berpisah ketika Frieren dan Fern berangkat menuju Ende dan Aureole.
Judul Bab 8 merujuk pada ucapan Frieren, yang dikenang melalui kilas balik, bahwa bahkan tahun-tahunnya berkelana bersama Kelompok Pahlawan belum juga mengisi seperatus dari kehidupan panjang bangsa elf.
Dalam Bab 8, Fern berpikir bahwa Frieren menerimanya sebagai murid untuk memenuhi sumpah yang pernah ia buat kepada Heiter, meski Fern tak bisa menutupi rasa ingin tahunya sendiri terhadap sang guru.
Eisen berpisah dengan Frieren dan Fern dalam Bab 8 karena ia merasa dirinya kini hanya menjadi beban, seraya menyebut bahwa perjalanan panjang ke Ende dahulu saja telah menghabiskan sepuluh tahun bahkan bagi para pahlawan. Ia memastikan bahwa Frieren sudah hafal jalannya sebelum mereka berpisah.
Bab 8, yang termasuk dalam alur Di Balik Akhir Perjalanan, diadaptasi dalam episode keempat dan kelima dari anime Frieren.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 8: Satu Per Seratus? Wiki Frieren di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Frieren: Beyond Journey's End. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.