Hagane Daido adalah seorang karakter di Jujutsu Kaisen, seorang pendekar pedang tanpa nama yang diberi tubuh baru sebagai inkarnasi dan ditarik ke dalam Permainan Pembantaian. Sebagai seseorang yang bukan penyihir jujutsu, ia memiliki kemampuan memainkan pedang yang setara dengan para pengguna jujutsu, menjadikannya pengecualian langka di antara para peserta permainan tersebut.
Berbodi kekar dan berusia lanjut, Hagane memiliki rambut abu-abu yang dipotong pendek serta kumis tebal yang tampak liar. Wajahnya ditandai oleh alis hitam, hidung besar, dan mata dengan pupil kecil berwarna pucat. Segera setelah kembali sebagai inkarnasi, ia muncul dengan mengenakan kaus putih polos, celana pendek gelap, dan sepasang sandal. Setelah pertempuran di Koloni Sakurajima dimulai, ia menggantikan pakaian itu dengan busana samurai bergaya kuno, memakai kimono berwarna sedang.
Lahir pada era ketika katana dianggap sebagai jiwa seorang pria Jepang, Hagane terbangun di masa kini di mana membawa pedang telah dilarang. Ia merasa bingung dan terpukul karena tidak menemukan satupun katana, sehingga hanya bisa berkeliling sambil menangis, berteriak-teriak mencari satu. Saat Maki Zen'in menyerahkan sebuah pedang kepadanya, ia langsung memilih untuk membantu Maki melawan Naoya Zen'in, sebuah wujud dari kehormatannya yang mendalam. Ia menganggap Maki sebagai rival yang sepadan, bahkan meminta agar Maki mengejarnya untuk bertarung duel begitu tiba saatnya melepaskan objek inkarnasinya.
Terlahir kembali sebagai seorang master pedang, Hagane memegang pedang dengan keterampilan yang tak tertandingi. Statusnya yang bukan penyihir jujutsu membuatnya menjadi sosok yang jarang ditemui di antara para pemain Permainan Pembantaian, karena ia mampu mengayunkan pedang namun tidak dapat memanfaatkan energi kutukan. Namun, ketiadaan energi kutukan itu sama sekali tidak menghambatnya, sebab keahliannya dalam ilmu pedang mampu mengangkatnya hingga setara dengan para praktisi jujutsu.
Ia bahkan berhasil mengalahkan Maki Zen'in dengan pedangnya sebelum Maki sempat sepenuhnya mengaktifkan potensinya. Roh pembalas dendam Naoya Zen'in, yang sebelumnya telah memberi tekanan besar pada Maki dalam pertarungan awal mereka, berhasil ia belah menjadi dua bagian utuh. Begitu pedang Maki masuk ke genggamannya, aura mematikan langsung menyelimuti semua orang di sekitarnya. Roh-roh kutukan memang tetap tak kasatmata bagi matanya, namun ia mampu menangkap “segala sesuatu lainnya” yang mengelilingi mereka, sehingga ia bisa menyerang kutukan tepat sasaran. Ia juga dapat merasakan ketika katana yang ia pegang merupakan alat kutukan, bahkan menyebut pedang Maki sebagai senjata iblis. Pedang yang ia pinjam adalah replika Katana Jiwa Terbelah milik Maki, yang sanggup memotong materi paling keras hingga menembus ke jiwa; meski untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya dibutuhkan mata yang mampu melihat jiwa-jiwa yang bersemayam di dalam benda-benda tak hidup.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Hagane Daido adalah seorang karakter di Jujutsu Kaisen, seorang ahli pedang misterius yang diberi tubuh baru sebagai inkarnasi dan kemudian ditarik masuk ke dalam Permainan Pembantaian. Kemampuan berpedangnya setara dengan para penyihir jujutsu, menjadikannya pengecualian langka di antara para peserta permainan tersebut.
Hagane Daido bukanlah seorang penyihir dan tidak dapat memanfaatkan energi kutukan, yang menjadikannya sosok ganjil di antara para pemain Permainan Pembantaian. Namun demikian, keterampilan berpedangnya begitu tinggi sehingga ia mampu bertarung sejajar dengan para praktisi jujutsu.
Hagane Daido meminjam replika Pedang Jiwa Terbelah milik Maki Zen'in, senjata yang sanggup mengiris materi paling keras hingga menembus ke jiwa. Ia menyadari bahwa senjata itu merupakan alat kutukan, bahkan menyebutnya sebagai pedang iblis; meski demikian, untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya diperlukan mata yang mampu melihat jiwa di balik benda-benda tak hidup.
Saat Maki Zen'in menyerahkan sebuah pedang kepada Hagane, ia langsung memilih untuk membantunya melawan Naoya Zen'in, dan ia menganggap Maki sebagai rival yang sepadan. Ia bahkan meminta agar Maki memburunya untuk bertarung satu lawan satu begitu tiba saatnya untuk melepaskan objek inkarnasinya.
Lahir pada era ketika katana dianggap sebagai jiwa seorang pria Jepang, Hagane terbangun di masa kini di mana membawa pedang telah dilarang. Bingung dan terpukul karena tidak menemukan satupun katana, ia berkeliling sambil menangis, terus-menerus meneriakkan kata itu sambil mencari satu-satunya pedang yang ada.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Hagane Daido? Wiki Jujutsu Kaisen di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Jujutsu Kaisen. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.