
Untuk menyelamatkan Megumi, Sukuna berhadapan langsung dengan shikigami liar Mahoraga. Ia memperoleh keunggulan awal, lalu menyadari bahwa kemampuan adaptasi makhluk itu bukan main-main, sehingga Raja Kutukan pun memanfaatkan kekuatan sejatinya.
Sukuna menghadapi Mahoraga yang tak terkendali demi menjaga nyawa Megumi. Pertarungan awal berlangsung menguntungkannya, hingga ia menyadari bahwa shikigami tersebut mampu beradaptasi dengan segala serangan. Makhluk itu pernah dipanggil saat pertemuan pertama mereka dan nyaris mengalahkannya, namun kini Sukuna jauh lebih kuat; ia akhirnya melepaskan seluruh kekuatannya.
Mahoraga menurunkan pedang yang terpasang di tinjunya, dan Sukuna menyambutnya dengan lengan bawahnya; gelombang kejut yang dihasilkan membuat Shigemo kehilangan keseimbangan. Merasakan energi aneh pada senjata itu, Sukuna segera bergeser sebelum senjata tersebut berhasil menembus pertahanannya, lalu menghujankan pukulan tangan kiri, setelah itu ia menghancurkan shikigami itu dengan teknik Dismantle. Ia mengenali senjata tersebut sebagai Pedang Pembasmian, sebuah alat kutukan yang dibuat untuk melawan roh kutukan dan dipenuhi energi positif yang mirip dengan teknik kutukan balik; jika itu adalah kutukan biasa, senjata itu pasti sudah terbelah. Roda berpegangan delapan di atas kepala Mahoraga berputar dan menyembuhkan setiap lukanya dalam sekejap. Ayunan pedang Sukuna berikutnya berhasil digagalkan, membuatnya terkejut, dan ayunan berikutnya bahkan berhasil menembus pertahanannya, mendorongnya terbang melewati beberapa bangunan hingga akhirnya menabrak sebuah kantor, di mana ia mengakui bahwa lawannya sama sekali bukan lawan mudah.
Mahoraga langsung mendekat dan menusuk wajahnya, tetapi Sukuna melompati pedang itu, menendang makhluk tersebut, naik ke lengannya, lalu membelah seluruh gedung kantor dengan tekniknya sebelum menindasnya ke tanah dengan satu tendangan. Roda itu kembali berputar dan memulihkan kerusakannya, persis seperti yang ia perkirakan. Menyamakan sifat itu dengan Yamata-no-Orochi, Sukuna merekonstruksi polanya: serangan pertama membawa energi positif yang diperkuat, dan setelah gagal, shikigami itu beralih ke energi kutukan serta belajar memblokir teknik tebasannya, kedua perubahan itu terjadi setelah roda tersebut berputar sekali. Dengan mengaitkan roda berpegangan delapan dan mantra Furu, yaitu ritus Sepuluh Harta Suci, ke satu siklus penuh harmoni, ia menyimpulkan bahwa Mahoraga mampu beradaptasi dengan segala fenomena. Mengakui bahwa makhluk itu bisa saja mengalahkannya dalam pertarungan sebelumnya, Sukuna menyampaikan rasa terima kasih kepada Megumi karena telah menunjukkan jalannya. Sejalan dengan itu, Kuil Jahat pun meledak ketika ia mengaktifkan Ekspansi Domain-nya.
Bab arc Insiden Shibuya ini memulai pertarungan antara Sukuna dan Mahoraga, tepat di luar Stasiun Shibuya. Bab ini menampilkan Pedang Pembasmian, pemanggilan Mahoraga oleh Megumi, serta Kuil Sukuna dengan tebasan Dismantle-nya, yang berpuncak pada Kuil Jahat. Peristiwa-peristiwa tersebut diadaptasi dalam Episode 41 anime Jujutsu Kaisen.

Internet menemukan glitch uang tak terbatas. Yamcha juga. Lagu R&B yang halus tentang uang paling mudah di dunia Dragon Ball dan satu pria yang terus membayarnya....

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Dalam Chapter 118, Sukuna bertarung melawan shikigami liar Mahoraga untuk menjaga Megumi tetap hidup. Ia memperoleh keunggulan awal, lalu menyadari dengan pahit bahwa makhluk itu dapat beradaptasi dengan apa pun, sehingga ia pun memanfaatkan kekuatan sejatinya.
Roda berkepala delapan di atas kepala Mahoraga berputar dan langsung menyembuhkan setiap lukanya, serta beradaptasi terhadap segala fenomena. Setelah energi positif yang diperkuat milik Sukuna gagal, shikigami tersebut beralih ke energi kutukan dan belajar membelokkan tebasan Dismantle-nya.
Sukuna mengenali senjata Mahoraga sebagai Pedang Pembasmian, sebuah alat kutukan yang dibuat untuk melawan roh kutukan dan dipenuhi energi positif yang mirip dengan teknik kutukan balik. Kutukan biasa saja akan terpotong begitu saja olehnya.
Mengakui bahwa makhluk itu bisa saja mengalahkannya dalam pertarungan sebelumnya, Sukuna menyampaikan rasa terima kasih kepada Megumi karena telah menunjukkan jalan. Kini dengan sepuluh jari yang lebih kuat, ia memicu Ekspansi Domain-nya dan Malevolent Shrine pun meledak.
Chapter 118 termasuk dalam arc Insiden Shibuya dan berlangsung tepat di luar Stasiun Shibuya, memulai pertarungan antara Sukuna dan Mahoraga. Peristiwa tersebut diadaptasi dalam Episode 41 dari serial anime tersebut.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 118? Wiki Jujutsu Kaisen di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Jujutsu Kaisen. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.