
Dinamai menurut Koza sebagai pemimpin pemberontak, bab ini menyulut sumbu perang saudara ketika seorang penipu yang mengenakan rupa Cobra menyiksa Nanohana, memancing Koza dan para pengikutnya ke dalam pemberontakan terbuka sementara Baroque Works memperdalam kekacauan.
Kabar sampai kepada Chaka bahwa raja telah menyelinap keluar dari kamarnya yang dijaga ketat, dan ia mengirim regu pencari hanya untuk mendengar bahwa Cobra telah muncul di Nanohana. Koza, yang sudah waspada karena rumor yang meresahkan, memacu kudanya menuju tempat itu. Sepanjang perjalanan kenangannya muncul: ayahnya mendesaknya untuk tidak pernah kehilangan kepercayaan pada raja, jumlah pemberontak yang membengkak hingga hampir seratus ribu, kekeringan, dan perselisihan yang akhirnya membuatnya berbalik melawan kerajaan.
Di Nanohana raja palsu itu berdiri dikelilingi pengawal bersenjata, mengumumkan bahwa ia bermaksud meratakan kota sebagai tindakan permintaan maaf, dan para pengawalnya mulai memberondong penduduk kota. Seorang anak yang maju menantangnya hanya ditendang menjauh. Koza tiba menuntut penjelasan tentang apa yang terjadi, dan penipu itu dengan tenang menyatakan bahwa ia telah menimbun hujan kerajaan di sekitar ibu kota menggunakan Dance Powder, sebuah pengakuan yang membuat pemimpin pemberontak itu naik pitam.
Seorang prajurit menembak Koza saat rombongan kerajaan mundur, dan pemimpin pemberontak itu menganggap tembakan tersebut tidak lain sebagai deklarasi perang. Pria di balik penyamaran itu sebenarnya adalah Mr. 2, yang ditugaskan untuk memprovokasi kerusuhan yang dibutuhkan untuk membenarkan pemberontakan. Saat teror menyapu kota, dua perwira Baroque Works lainnya, Mr. 1 dan Miss Doublefinger, melajukan sebuah kapal raksasa langsung ke pelabuhan Nanohana, menambah kehancuran.
Operation Utopia kini berlangsung, dan perwira marinir Hina muncul untuk pertama kalinya, debut di sampul. Perlu dicatat, ini adalah bab paling awal di mana tidak ada anggota Straw Hats yang muncul sama sekali. Sampul melanjutkan Jango's Dance Paradise, di mana perpisahan penuh air mata antara Jango dan Fullbody terganggu oleh seorang marinir wanita yang lewat dan membuat keduanya jatuh cinta.
Dalam Chapter 171, "Koza, Leader of the Rebels," seorang penyamar yang menyamar sebagai King Cobra meneror Nanohana dan memprovokasi Koza beserta pemberontaknya untuk melakukan pemberontakan terbuka, sementara agen Baroque Works memperparah kekacauan dengan menabrakkan sebuah kapal besar ke pelabuhan.
Di Chapter 171, King Cobra palsu yang meneror Nanohana terungkap sebagai Mr. 2, seorang agen Baroque Works yang ditugaskan untuk memicu kerusuhan yang diperlukan untuk membenarkan pemberontakan.
Koza terdorong ke dalam perang terbuka di Bab 171 setelah seorang prajurit menembaknya di tengah kekacauan di Nanohana, tindakan yang ia anggap sebagai deklarasi perang terang-terangan terhadap pemberontak.
Chapter 171 menandai penampilan pertama perwira Marinir Hina, yang juga debut di sampul chapter tersebut.
Chapter 171 terkenal sebagai chapter paling awal dalam Arabasta Arc di mana tidak ada satu pun anggota kru Straw Hat yang muncul sama sekali.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 171? Wiki One Piece di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Anime berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi One Piece. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Pemegang hak
Seluruh hak dimiliki oleh pemegang hak masing-masing.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Anime, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Anime memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.