Bukti-Bukti Sudah Ada: Membongkar Kegagalan Parenting Goku
Kematian sebagai Pelarian, Bukan Pengorbanan
Keputusan Goku pasca-Cell Games lebih lanjut mengilustrasikan pendekatannya yang ambivalen terhadap tanggung jawab keluarga. Setelah Cell Games, Goku memilih untuk tetap mati daripada dibangkitkan. Alasan yang dia nyatakan? Dia percaya Bumi lebih aman tanpanya menarik musuh kuat. Tapi mari jujur, pria itu juga bisa berlatih di Other World, yang rupanya lebih penting daripada hadir untuk keluarganya selama pemulihan dan pembangunan kembali mereka.
Pola ini berlanjut sepanjang Dragon Ball Super. Goku memprioritaskan latihan untuk Tournament of Power, melibatkan universenya dalam pertempuran di mana makhluk tak terhitung menghadapi kehancuran, dan secara fundamental mengubah trajektori berbagai dunia, semuanya karena dia menginginkan lawan kuat untuk dilawan. Sementara itu, Chi-Chi mengurus rumah tangga, membesarkan Goten, dan menghadapi konsekuensi praktis memiliki suami yang memandang parenthood sebagai urusan sekunder.
Pola Parenting Selektif
Sepanjang serial, Goku secara konsisten mengalihkan tanggung jawab parenting. Dia mengirim bayi Gohan untuk berlatih dengan Piccolo. Dia absen saat kelahiran Goten dengan pilihan sendiri. Dia sering mendelegasikan kesejahteraan anak-anaknya kepada orang lain (Piccolo, Krillin, Vegeta dari semua orang) daripada mengambil tanggung jawab langsung sendiri.
Pola ini menjadi hampir absurd jelasnya ketika kamu mencatatnya: Goku sangat dedicated pada satu hal dan satu hal saja: menjadi fighter yang lebih kuat. Semua hal lain, termasuk kebutuhan emosional dan psikologis keluarganya, berada jelas lebih rendah di daftar prioritasnya.
Diskusi Fandom: Komunitas Menilai Ulang Pahlawan
Percakapan seputar parenting Goku telah berkembang melampaui kritik kasual menjadi analisis earnest. Penggemar memperdebatkan apakah tindakannya mencerminkan niat buruk atau sekadar nature aliensnya (dia Saiyan, lagipula). Yang lain berpendapat bahwa asal-usul alien tidak membebaskan tanggung jawab ketika dia telah memilih kehidupan keluarga manusia. Thread Reddit, diskusi Twitter, dan YouTube essay menggali topik ini secara extensif, dengan sentimen semakin bergeser ke arah pengakuan bahwa meskipun Goku pahlawan, dia juga pria yang sangat cacat.