
Bab 155 memperdalam ikatan antara Unji dan Vega ketika sang perwira mengungkapkan keluarganya yang terbunuh dan keengganannya untuk menyerah pada dunia yang hancur, sementara Unji tetap berpegang pada kebenciannya terhadap masyarakat.
Dalam mimpi tentang keluarganya, Unji terbangun oleh Vega dan bergabung dengannya untuk sarapan. Ketika ia menolak bersyukur sebelum makan, Vega menamparnya sebagai bentuk disiplin, dan Unji pun berniat pergi dengan marah. Ucapan Vega bahwa sikap itu tampak seperti mudah menyerah membuat Unji kembali duduk, namun ia malah menendang meja ke arah Vega sebagai bentuk pembangkangan, yang memicu kemarahan Vega karena makanan yang terbuang sia-sia. Upaya-upaya berikutnya untuk menyerang Vega dengan payung semuanya gagal, karena sang perwira mampu membaca setiap gerakannya. Suatu malam, Unji menyelinap mendekati Vega yang sedang tidur untuk menyerang, tetapi ia menghentikan ayunan payungnya begitu melihat foto keluarga di samping Vega, lalu diam-diam kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya, Unji bertanya mengapa Vega mau merawatnya meski sudah memiliki keluarga, dan mengetahui bahwa istri serta putrinya dibunuh oleh seorang pria tak dikenal di jalan. Pelaku, jelas Vega, membenci masyarakat dan ingin membalas dendam terhadap dunia yang rusak dengan menghancurkan mereka yang tampak bahagia. Vega mengaku bahwa ia sempat berencana membunuh Unji dan kemudian dirinya sendiri, tetapi wajah putrinya selalu menghentikannya. Ia bersikeras bahwa mengabaikan dunia yang membusuk hanya akan semakin memperparahnya, dan bahwa ia merawat Unji karena tidak mau menyerah. Unji balik berkata bahwa Vega tidak dapat memahaminya setelah semua yang telah dilakukan masyarakat terhadap keluarganya, lalu pergi mengunjungi tempat kakaknya ditemukan tewas.
Vega menyiapkan makanan, tetapi Unji mengacuhkannya dan malah menendang meja hingga terbalik. Dalam beberapa kali percobaan untuk melukai Vega, suatu malam Unji melihat sebuah foto istri dan putri sang perwira. Vega kemudian mengungkapkan bahwa mereka dibunuh oleh seorang pria yang dipicu rasa benci terhadap masyarakat. Ia mengakui bahwa ia masih tergoda untuk membunuh Unji dan dirinya sendiri, namun ia bersumpah akan melindungi Unji dan memperbaiki dunia. Unji berpendapat bahwa masyarakat memang layak membusuk karena tak ada yang menolong keluarganya, lalu berjalan meninggalkan tempat itu menyusuri tepi sungai di tengah hujan.
Bab kilas balik ketiga tentang Unji dalam Volume 18 ini mencerminkan tragedi Vega sekaligus kontras dengan penderitaan Unji, membingkai perdebatan utama antara menyerah pada dunia atau berjuang untuk memperbaikinya. Bab ini juga memperkenalkan istri dan putri Vega yang menjadi korban pembunuhan.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Bab 155 memperdalam ikatan antara Unji Zuma dan Vega, sang perwira yang mengasuhnya. Unji bertahan pada kebenciannya terhadap masyarakat, sementara Vega mengungkapkan keluarganya yang terbunuh dan tekadnya untuk tidak menyerah pada dunia yang rusak.
Dalam Bab 155, Vega mengungkapkan bahwa istrinya dan putrinya dibunuh oleh seorang asing di jalan. Pembunuh itu membenci masyarakat dan ingin membalas dendam terhadap dunia yang busuk dengan menghancurkan mereka yang tampak bahagia.
Dalam Bab 155, Vega mengaku bahwa ia sempat berencana membunuh Unji dan kemudian dirinya sendiri, tetapi wajah putrinya selalu menghentikannya. Ia bersikeras bahwa mengabaikan dunia yang membusuk hanya akan semakin merusaknya, dan karena itu ia mengangkat Unji sebagai anak karena ia menolak untuk menyerah.
Dalam Bab 155, suatu malam Unji menyelinap mendekati Vega yang sedang tidur untuk menyerangnya, namun ia menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah foto keluarga di samping Vega, lalu diam-diam kembali ke kamarnya.
Bab 155 membingkai perdebatan antara menyerah pada dunia dan berjuang untuk memperbaikinya. Vega bersumpah akan melindungi Unji dan membuat dunia menjadi lebih baik, sementara Unji berpendapat bahwa masyarakat memang layak membusuk karena tak seorang pun pernah menolong keluarganya.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Unji Zuma 3? Wiki Dandadan di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Dandadan. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.