Tapion adalah seorang pahlawan legendaris dari planet Konats yang mengorbankan kebebasannya untuk menahan monster mengerikan Hirudegarn dalam tubuhnya sendiri. Tersegel di dalam sebuah kotak musik selama berabad-abad, dia akhirnya dibebaskan di Bumi dan membentuk ikatan dengan Trunks muda selama pertempurannya untuk menghancurkan binatang itu sekali dan untuk selamanya.
Berabad-abad sebelum peristiwa Dragon Ball Z, monster phantom mengerikan bernama Hirudegarn mengganggu planet Konats. Seorang penyihir Konatsian merancang rencana putus asa; menggunakan okarina pesona dan teknik penyegelan magis, monster itu dibelah menjadi dua, dengan setiap bagian tersegel di dalam tubuh dua bersaudara. Tapion menerima setengah bagian atas Hirudegarn, sementara adiknya Minotia menampung setengah bagian bawah. Keduanya kemudian dikurung dalam kotak musik dan diluncurkan ke luar angkasa untuk mencegah makhluk itu pernah bersatu kembali.
Pemenjaraan Tapion berlangsung selama lebih dari seribu tahun, sebuah cobaan isolasi yang tak terbayangkan. Ketika penyihir Hoi memanipulasi para pahlawan di Bumi untuk membuka kotak musik Tapion, prajurit itu menemukan dirinya di dunia yang tidak dikenal, dibebani oleh pengetahuan bahwa monster di dalam dirinya bisa lepas kapan saja. Dia menggunakan okarinanya yang pesona untuk menjaga Hirudegarn tetap tertekan, memainkan melodi yang menyeramkan yang mempertahankan penyegelan bahkan saat makhluk itu berjuang untuk meloloskan diri.
Hubungannya dengan Trunks menjadi salah satu pilar emosional film tersebut. Meskipun awalnya menjauhkan orang lain untuk melindungi mereka, Tapion secara bertahap membuka diri kepada Saiyan muda, yang mengingatkannya pada saudara yang hilang, Minotia. Sebaliknya, Trunks mengagumi Tapion dan menolak untuk meninggalkannya bahkan ketika bahaya menjadi sangat besar.
Ketika Hirudegarn akhirnya lepas dari pencontainment-nya, Tapion menghadapi mimpi buruk yang telah dia bawa di dalam dirinya selama berabad-abad. Hirudegarn dengan kekuatan penuh terbukti menghancurkan, mengabaikan serangan dari banyak prajurit termasuk Gohan, Gotenks, dan Vegeta. Kemampuannya untuk tidak berwujud dan terbentuk kembali membuatnya hampir mustahil untuk ditangkap, dan kekuatan destruktifnya yang murni menghancurkan seluruh blok kota.
Tapion mencoba menyerap kembali Hirudegarn dan meminta Trunks untuk membunuhnya saat monster itu terkandung, sebuah pengorbanan yang bersedia dia lakukan untuk mengakhiri ancaman secara permanen. Ketika rencana ini gagal dan Hirudegarn lepas lagi, Goku yang memberikan pukulan terakhir menggunakan teknik Dragon Fist-nya, akhirnya menghancurkan monster itu.
Dengan Hirudegarn dihancurkan, Tapion akhirnya bebas dari beban yang telah dia bawa selama begitu lama. Sebelum meninggalkan Bumi untuk kembali ke waktu miliknya sendiri, dia memberikan pedangnya kepada Trunks sebagai hadiah perpisahan. Momen ini telah membuat banyak penggemar berspekulasi bahwa pedang Tapion adalah senjata yang sama yang akan dibawa Future Trunks nanti, menciptakan koneksi puitis di seluruh garis waktu. Kisah Tapion bergema sebagai cerita tentang pengorbanan, kesepian, dan ikatan yang terbentuk di antara roh-roh yang sejenis, bahkan di tengah luasnya waktu dan ruang angkasa.
Ingin tahu lebih banyak tentang Tapion? Dragon Ball Wiki di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini adalah tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime Dragon Ball, manga, dan materi resmi. Referensi episode dan bab dicantumkan jika tersedia.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Telusuri panduan episode kami:
Yuk dengerin musik R&B Dragon Ball.
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini dalam 13 bahasa. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.