
Sementara para peserta ujian lainnya berpencar untuk menghadapi klon yang paling mampu mereka tangani, Frieren dan Fern tetap tinggal untuk bertarung melawan duplikat dirinya sendiri. Pertarungan itu terbawa ke dalam sebuah kenangan tentang hari ketika Serie pertama kali meramalkan bahwa sebuah era milik manusia akan lahir dari ambisi tenang Flamme.
Para penyihir mulai menjalankan rencana mereka, masing-masing berpasangan melawan duplikat yang paling cocok mereka hadapi, sementara Frieren dan Fern menyimpan salinan dirinya sendiri untuk mereka berdua. Frieren berpendapat bahwa tim yang lebih kecil membuat si klon lebih mudah dibaca, dan bahwa serangan massal hanya akan menewaskan sebagian besar dari mereka sebelum golem pelarian sempat dipanggil. Denken melantunkan doa lirih saat aula itu terkunci rapat, dan sang master bersama muridnya memulai pertarungan dengan sambaran petir dan api neraka yang serentak; titik buta singkat yang ditimbulkannya memungkinkan Fern menghilang dari pandangan untuk menunggu celah terbuka.
Para peserta ujian berpisah untuk menyergap para duplikat yang menyebar menuju ruang paling bawah, sementara yang lain berusaha mencegah munculnya salinan-salinan baru yang bisa mengepung mereka. Frieren saling bertukar mantra Judradjim dan Vollzanbel dengan klonnya, memastikan bahwa klon tersebut menirunya secara persis, dan Fern menyembunyikan diri untuk mempersiapkan serangan menggunakan Zoltraak, satu-satunya mantera yang refleks bangsa elf milik Frieren tidak dapat tangkis dengan andal. Bab ini berakhir ketika mantera tersebut tepat mengenai si duplikat.
Sebuah kilas balik panjang mengisahkan Frieren yang membawa pesan terakhir Flamme kepada Serie lima puluh tahun setelah keduanya terakhir kali berbicara. Dokumen itu lebih mirip sebuah laporan, yang mencatat bahwa kerajaan terbesar di benua itu telah melegalkan studi ilmu sihir secara terbuka dan bahwa Flamme telah mendidik para Penyihir Kekaisaran pertamanya, sebuah perubahan yang pasti akan menyebar ke negara-negara tetangga dalam beberapa dekade. Serie menolak permintaan untuk mewarisi karya Flamme, bersikeras bahwa ilmu sihir seharusnya tetap menjadi wilayah orang-orang berbakat, namun ia mengakui bahwa impian Flamme akan dunia di mana siapa saja bisa memantrai mulai terwujud.
Sambil berjalan bersama, Serie menelusuri kembali impian itu hingga ke mantera sederhana tentang ladang bunga yang Flamme sukai semasa kecil, dan ia menjelaskan bahwa umur manusia yang pendek memaksa mereka untuk terburu-buru, sesuatu yang tak pernah dirasakan oleh bangsa elf. Di tepi tebing, ia meramalkan bahwa dalam seribu tahun lagi manusia akan melampaui elf, serta memperingatkan Frieren bahwa jika ajal kelak menjemputnya, itu akan datang dari tangan seorang penyihir manusia atau Raja Iblis sendiri. Di masa kini, Zoltraak milik Fern akhirnya mengenai sasaran, dan Frieren pun tersenyum.

Internet menemukan glitch uang tak terbatas. Yamcha juga. Lagu R&B yang halus tentang uang paling mudah di dunia Dragon Ball dan satu pria yang terus membayarnya....

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....
Chapter 53, berjudul "Sebuah Era Manusia", memperlihatkan Frieren dan Fern tetap tinggal untuk bertarung melawan duplikat diri Frieren sendiri, sementara para peserta ujian lainnya berpasangan melawan salinan yang paling mampu mereka hadapi. Pertarungan itu diselipkan dengan sebuah kenangan tentang Serie yang meramalkan bahwa sebuah zaman milik manusia akan muncul dari ambisi tenang Flamme.
Di Chapter 53, Fern menyembunyikan dirinya untuk mempersiapkan serangan menggunakan Zoltraak, satu-satunya mantra yang refleks bangsa elf milik Frieren tidak dapat tangkis dengan andal, sementara Frieren saling bertukar mantra dengan klon tersebut untuk memastikan bahwa ia meniru Frieren secara persis. Bab ini berakhir ketika Zoltraak itu mengenai sang duplikat.
Dalam sebuah kenangan yang ditampilkan di Chapter 53, Serie meramalkan bahwa dalam seribu tahun manusia akan melampaui elf, dan memperingatkan Frieren bahwa jika ajal suatu saat menjemputnya, ajal itu akan datang dari tangan seorang penyihir manusia atau Raja Iblis sendiri.
Di Chapter 53, Frieren berpendapat bahwa tim yang lebih kecil membuat klon itu lebih mudah dibaca, dan bahwa serangan massal hanya akan menewaskan sebagian besar penyihir sebelum golem pelarian sempat dipanggil.
Chapter 53 menceritakan bahwa Flamme bermimpi tentang dunia di mana siapa pun bisa menggunakan sihir, sebuah mimpi yang Serie telusuri kembali hingga mantra sederhana tentang ladang bunga yang Flamme sukai semasa kecil. Flamme mewujudkannya dengan mendidik para Penyihir Kekaisaran pertama di kerajaan terbesar.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 53? Wiki Frieren di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Frieren: Beyond Journey's End. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.