
Dengan klon cermin Frieren yang menjaga jalan menuju ruang harta, para peserta ujian yang masih hidup mengumpulkan segala pengetahuan yang mereka miliki tentang iblis Spiegel dan mencari celah dalam tiruan yang sekuat aslinya. Terobosan itu datang dari Fern, yang menemukan celah tersembunyi dalam pertahanan gurunya sendiri.
Dunste tiba di aula dan menawarkan untuk menyampaikan apa yang sempat diamati oleh Edel yang didiskualifikasi sebelum mundur. Para penyihir yang berkumpul masih belum bisa menilai seberapa berbahayanya sebuah duplikat Frieren, dan Sense, yang dibatasi oleh tugasnya sebagai pengawas, menolak untuk memberikan pendapat. Lawine dan Kanne segera tiba dengan detail penting: sosok yang menghidupkan duplikat-duplikat tersebut adalah iblis kuno bernama Spiegel, makhluk rapuh yang tersembunyi di dalam brankas yang dilindungi oleh klon Frieren. Karena setiap duplikat hanya meniru apa yang akan dilakukan aslinya, setiap kebiasaan dan kelemahan penyihir asli turut diwariskan kepada tiruannya.
Mengembangkan pemikiran itu, Fern melakukan pertukaran mantra secara cepat dengan gurunya dan memperlihatkan kepada yang lain bahwa indra mana Frieren sesaat melemah tepat saat ia melancarkan mantra. Dengan titik lemah yang akhirnya teridentifikasi, kelompok itu mulai merencanakan langkah selanjutnya, sementara Frieren, yang tak disangka tampak ceria, ikut aktif dalam diskusi.
Dunste tiba lebih dulu, disusul oleh Lawine dan Kanne, masing-masing menambah pemahaman kelompok tentang Spiegel dan duplikat-duplikatnya. Methode menyembuhkan luka-luka Dunste dengan manfaat penyembuhan dari Kitab Suci miliknya. Lawine mengidentifikasi penghuni brankas tersebut sebagai iblis Spiegel dan memperingatkan tentang segel mematikan pada pintu, yang hanya bisa dilepas jika sang penyihir pembuatnya meninggal.
Fern kemudian menunjukkan adanya jeda singkat dalam deteksi mana gurunya, dan para penyihir pun mengadakan sesi perencanaan menyeluruh yang mirip dengan cara Partai Pahlawan lama dulu merancang strategi pertarungan.
Pintu brankas tertutup rapat oleh salah satu mantra pengikatan paling kuat, bernama Mantra Pengunci Pintu Harta Korban, yang hanya akan terbuka ketika sang penyihir pembuatnya meninggal; dinding di sekitarnya pun dilindungi dengan perlindungan serupa, sehingga bertarung menjadi satu-satunya cara untuk menerobosnya.
Lawine mengetahui tentang Spiegel karena kakaknya pernah bergabung dengan pasukan pendahulu Asosiasi Sihir Kontinental yang dulu menyerbu reruntuhan Makam Raja. Sebuah kilas balik mengingatkan bagaimana Himmel memerintahkan Eisen untuk memancing monster raksasa, sementara Frieren memberikan tembakan pendukung dan Heiter yang masih mabuk memilih untuk tidak ikut bertarung. Frieren menutup pertemuan dengan menyatakan bahwa tidak ada dungeon yang benar-benar tak terkalahkan, dengan mengacu pada catatan partainya dahulu.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Bab 52, berjudul "Rapat Strategi", mengumpulkan para peserta ujian yang masih hidup untuk memadukan pengetahuan mereka tentang iblis Spiegel dan mencari celah pada klon Frieren. Terobosan itu datang dari Fern, yang menyingkap sebuah kelemahan tersembunyi dalam pertahanan gurunya sendiri.
Di Bab 52, Fern melakukan pertukaran mantra secara kilat dengan gurunya dan mengungkap bahwa indra mana Frieren sempat melemah sejenak tepat saat ia melancarkan jurus, sehingga kelompok itu memiliki titik lemah yang bisa dimanfaatkan.
Bab 52 menjelaskan bahwa pintu ruang bawah tanah tertutup rapat oleh mantra pengikat yang sangat kuat bernama Magic Kunci Pintu Perbendaharaan Pengorbanan, yang hanya akan terbuka ketika sang penyihir pembuatnya meninggal. Karena dinding di sekitarnya juga dilindungi oleh mantra yang sama, pertarungan adalah satu-satunya jalan untuk menerobosnya.
Di Bab 52, Lawine mengetahui tentang Spiegel karena kakaknya pernah ikut bersama rombongan pendahulu Asosiasi Sihir Kontinental yang dulu pernah bergerak menuju reruntuhan Makam Raja.
Di Bab 52, para penyihir mengetahui bahwa karena setiap duplikat hanya meniru apa yang akan dilakukan oleh aslinya, setiap kebiasaan dan kelemahan penyihir asli turut diwariskan kepada salinannya.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Bab 52? Wiki Frieren di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Frieren: Beyond Journey's End. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.