
Dengan dorongan dari Nobara, Yuji memanfaatkan momentum dan mengepung Mahito di stasiun. Agar bisa bertahan di kedua sisi, sang kutukan merancang pertukaran antara dua dirinya, dan Nobara pun terjebak dalam serangan yang sama sekali tak disangkanya.
Dengan jiwa Mahito yang terluka akibat Resonansi, Yuji kembali percaya diri dan menghajar sang kutukan, sementara Nobara menekan si kembar di gang. Menyadari kesulitannya di kedua ujung, Mahito memutuskan bahwa inilah saatnya kedua dirinya bertukar lawan, sehingga ia dapat melancarkan serangan yang tepat mengenai Nobara.
Melihat teknik Nobara, Yuji melepaskan pukulan energi kutukan secara cepat, sementara efek sisa Resonansi membuat Mahito sulit bergerak. Saat ia menghantam sang kutukan hingga terdorong ke sebuah tiang, Yuji berterima kasih pada Nobara karena telah mengingatkannya bahwa ia tidak sendirian, setelah sebelumnya ia yakin tak menyelamatkan siapa pun dan semua usaha orang lain sia-sia. Di gang, paku di dahi si kembar terlepas dan ia melarikan diri ke pintu masuk kereta bawah tanah daripada melanjutkan pertarungan. Nobara bisa saja mengabaikannya, tetapi ia memilih untuk mengikutinya karena firasat buruk, berniat mengusirnya dalam perjalanan menuju peron yang lebih rendah. Sebelum Yuji sempat menghabisi tubuh utama Mahito, sang kutukan memecah diri menjadi banyak sosok kecil berbentuk bola yang tersebar; satu di antaranya dinyalakan sebagai umpan sehingga Yuji malah menghancurkan yang salah, lalu mereka kembali menyatu dan kabur.
Kedua sosok Mahito memasuki koridor yang sama, dengan seorang siswa mengejar dari masing-masing sisi. Yuji mengira Mahito sedang mencoba menyembuhkan diri sampai ia melihat Nobara dan berteriak agar Nobara segera lari. Tubuh asli Mahito telah menyamarkan pergantian itu sebagai titik buta, dan pertarungannya dengan si kembar membuat kewaspadaan Nobara terhadap tangan Mahito menurun. Ia berhasil menyentuh wajah Nobara secara langsung, yang berpotensi fatal. Yuji membunuh si kembar dengan satu pukulan dan bergegas mendekati Nobara, sementara Mahito menunggu untuk melihat apakah satu sentuhan sudah cukup, mengingat bahwa satu sentuhan itu belum cukup untuk menghabisi Nanami dalam pertemuan pertama mereka. Sambil memegangi wajah Nobara, ia tenggelam dalam kenangan masa kecilnya pada tahun 2009, ketika ia masih gadis berusia enam tahun yang penuh semangat bermain Smash Bros, saat itu ia yakin bahwa semua orang di kampung halamannya aneh dan hanya dia yang normal.
Bab ini memperkenalkan kilasan kilas balik tentang masa kecil Nobara dan melanjutkan pertarungan bersama melawan Mahito. Bab ini sesuai dengan Episode 43 anime dan terbit dalam Weekly Shonen Jump edisi ke-44 tahun 2020. Karakter Fumi memulai debutnya di sini dalam kilas balik, membuka jalan bagi latar belakang Nobara di bab-bab selanjutnya.

Transformasi yang semua orang tahu, pertanyaan lanjutan yang tak seorang pun berani sentuh. Kenapa kami bikin lagu R&B mulus tentang cahaya emas yang tak pernah dibahas Dragon Ball....

Lima karakter wanita Bleach, diperingkat dan dituntaskan. Yoruichi ada di nomor lima, posisi yang tidak diduga siapa pun, dan nomor satu kami adalah seorang Arrancar berhati lembut....
Bab 124, Insiden Shibuya, Bagian 42, menunjukkan Yuji memojokkan Mahito setelah Resonance melukai jiwa kutukan tersebut, tetapi Mahito menukar kedua dirinya sehingga tubuh aslinya mendaratkan sentuhan langsung, yang mungkin berakibat fatal, ke wajah Nobara.
Mahito menyamarkan pertukaran dua dirinya sebagai titik buta, dan ketika kewaspadaan Nobara melemah akibat pertarungannya dengan duplikat itu, tubuh aslinya mendaratkan sentuhan langsung ke wajahnya, yang ia harapkan akan berakibat fatal.
Dengan jiwa Mahito yang terluka oleh Resonance, Yuji melancarkan pukulan energi kutukan secara bertubi-tubi dan berterima kasih kepada Nobara karena telah mengingatkannya bahwa ia tidak sendirian, setelah sebelumnya meyakini bahwa ia tidak menyelamatkan siapa pun dan semua upaya orang lain sia-sia.
Saat sentuhan Mahito mulai beraksi, Nobara tenggelam dalam kenangan dirinya pada tahun 2009, saat masih berusia enam tahun yang penuh semangat bermain Smash Bros, yang kala itu yakin bahwa semua orang di kampung halamannya aneh dan hanya dirinya yang normal.
Bab 124 sesuai dengan Episode 43 dari serial anime, dimuat dalam edisi 44 Weekly Shonen Jump tahun 2020, dan memperkenalkan tokoh Fumi lewat flashback, yang kemudian mengantar pada latar belakang cerita Nobara.
Mencari informasi lebih lanjut tentang Insiden Shibuya, Bagian 42? Wiki Jujutsu Kaisen di Fandom memiliki halaman khusus dengan catatan komunitas.
Lihat di FandomKonten ini merupakan tulisan asli oleh Daddy Jim Headquarters berdasarkan seri anime, manga, dan materi resmi Jujutsu Kaisen. Referensi episode dan bab dicantumkan jika berlaku.
Gambar karakter dan adegan di situs ini adalah karya seni asli oleh Daddy Jim Headquarters, bukan tangkapan layar atau gambar berlisensi. Cover art resmi digunakan pada tiga jenis halaman untuk komentar editorial:
Sumber resmi:
Daddy Jim Headquarters memelihara ensiklopedia ini. Jika kamu menemukan kesalahan, masalah terjemahan, atau sesuatu yang tampak tidak benar, beri tahu kami.