
* Atur ukuran teks
Cell Kalah dari Metal Sonic di Episode 205
Dragon Ball adalah salah satu franchise anime paling ikonik yang pernah dibuat. Karakternya telah mendefinisikan arti "kuat" dalam fiksi selama beberapa dekade. Jadi ketika serial YouTube populer Death Battle mengadu petarung Dragon Ball melawan karakter dari franchise lain, kamu pasti mengharapkan tim Goku menang telak, kan?
Tidak juga. Setelah kekalahan Cell melawan Metal Sonic di Episode 205 yang tayang pada 8 Maret, rekor keseluruhan Dragon Ball di acara tersebut turun menjadi 8 kemenangan dan 9 kekalahan. Benar sekali. Franchise yang dibangun di atas skala kekuatan dan transformasi yang semakin absurd kini secara resmi punya rekor kalah di acara "siapa yang menang" terbesar di internet.
Cell vs. Metal Sonic: Apa yang Terjadi
Pertandingan ini sepertinya seharusnya menguntungkan Cell. Dia adalah bio-android yang diciptakan dari DNA para petarung terkuat di Bumi, dilengkapi dengan Kamehameha Goku, Death Beam Frieza, regenerasi Piccolo, dan kemampuan menyerap lawan untuk menjadi lebih kuat. Di atas kertas, dia adalah mimpi buruk. Tapi Death Battle memberikan Metal Sonic keunggulan kekuatan dan Cell keunggulan kecepatan, yang sudah menimbulkan keheranan. Akhir pertarungan ditentukan saat Metal Sonic menggunakan Chaos Control untuk membekukan waktu, menyalin kemampuan Cell, dan menggabungkannya dengan kekuatan yang diwarisi dari karakter Sonic. Psikokinesis Silver memungkinkan Metal Sonic mengganggu regenerasi Cell, dan pertandingan selesai. Cell menjadi karakter Dragon Ball kedelapan yang kalah di acara tersebut.
* Atur ukuran teks
Sejarah Kemenangan dan Kekalahan
Sejarah Lengkap Dragon Ball di Death Battle
Kekalahan terus menumpuk. Sebelum Cell, tujuh karakter Dragon Ball lainnya sudah kalah di acara ini. Goku kalah dari Superman dua kali (masih menjadi hasil paling diperdebatkan dalam sejarah Death Battle). Majin Buu kalah dari Kirby. Goku Black kalah dari Reverse Flash. Vegeta dikalahkan oleh Thor. Trunks kalah dari Silver the Hedgehog. Gogeta kalah dari Vegito dalam pertandingan internal. Dan Bardock dikalahkan oleh Omni-Man. Di sisi kemenangan, Dragon Ball punya momen-momen gemilangnya. Hercule Satan mengalahkan Dan Hibiki. Android 18 mengalahkan Captain Marvel. Frieza mengalahkan Megatron. Beerus menangani Sailor Galaxia. Dan Vegito mengalahkan Gogeta. Tapi kemenangan-kemenangan itu tidak cukup untuk menjaga franchise di atas angka .500.Masalah Kekalahan Beruntun
Yang paling menyakitkan bagi penggemar Dragon Ball adalah tren terkini. Franchise ini belum memenangkan pertarungan sejak Frieza mengalahkan Megatron, dan kekalahan terus berdatangan. Bardock kalah dari Omni-Man dalam hasil yang banyak disebut penggemar sebagai kontroversial, dan sekarang kekalahan Cell dari Metal Sonic menambah minyak ke api. Subreddit r/deathbattle aktif dengan postingan yang menganalisis rekor franchise, dengan thread berjudul sederhana "It is not good for dragon ball at all." Beberapa penggemar berargumen bahwa metodologi Death Battle, yang mengandalkan pencarian prestasi terukur terbesar dan membandingkan angka mentah, tidak menangkap bagaimana sistem kekuatan Dragon Ball sebenarnya bekerja. Yang lain berpikir acara tersebut punya masalah bias.
* Atur ukuran teks