Di sinilah bagian yang membuat kisah ini menarik. Ini bukan rilis merchandise rutin, ini koreksi arah yang langsung.
Keruntuhan Seni November 2025
Ketika Dragon Ball Store Tokyo buka pada November 2025 sebagai flagship fisik pertama waralaba, rilis seni peringatan 40 tahun langsung dibongkar habis oleh fans. Kritiknya spesifik. Linework lemah, anatomi tidak konsisten, dan aura umum fan art terburu-buru yang menempel pada salah satu merek anime terbesar di planet ini. Cukup keras hingga Shueisha diam-diam menarik sebagian lineup tidak lama setelah pembukaan, sesuatu yang tidak dilakukan waralaba sebesar ini kecuali memang ada yang benar-benar salah.
Kritik Torishima dan Koreksi Arah
Keriuhan naik lebih tinggi Desember lalu, ketika Kazuhiko Torishima, editor jangka panjang
Akira Toriyama dan mantan pemimpin redaksi
Shonen Jump, tampil di hadapan publik menyebut seni toko sebagai kegagalan lagi dari tim saat ini. Ia menunjuk nama Akio Iyoku, yang memimpin Capsule Corporation Tokyo dan tercatat sebagai produser eksekutif seri Dragon Ball. Ketika seseorang yang bertahun-tahun duduk di samping Toriyama bilang di muka umum bahwa manajemen saat ini meleset soal seni, orang akan mendengar. Pengumuman
Super Saiyan Goku tanggal 17 April terasa seperti jawaban langsung. Garis yang kuat, anatomi yang percaya diri, dan desain yang akhirnya terasa layak ditempel pada merchandise resmi Dragon Ball. Shueisha dan Capsule Corporation Tokyo mencoba memperlihatkan, bukan menceritakan, bahwa tim mendengar feedback.